MUI Sosialisasi Fatwa Tentang Masalah Sampah dan Perebut Laki Orang

Bagikan Bagikan
Foto bersama usai kegiatan pembukaan acara Sosialisasi Fatwa MUI. (Foto: SAPA/Kristin).

SAPA (TIMIKA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika mengadakan Sosialisasi Fatwa MUI Nomor 47 Tahun 2014 tentang pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel yang ada di bilangan Yos Sudarso, Rabu (15/1/2020).

Kegiatan tersebut diwakili oleh sejumlah Kepala Sekolah dan guru - guru Sekolah Islam yang ada di Mimika.

Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Cherly Lumenta. 

Dalam sambutannya Cherly mengatakan, banyak istilah yang sering didengar tentang Timika bahwa Timika adalah kota sampah karena sampah berserakan dimana mana akibatnya sampah tersebut menyebabkan pencemaran udara sehingga bisa menyebabkan penyakit.

"Dengan kegiatan ini pemda mengucapkan terima kasih atas kerjasama MUI yang telah mengangkat isu ini sebagai sesuatu yang tidak dianggap remeh sehingga bisa memotivasi ormas lain maupun masyarakat Mimika pada umumnya untuk peduli terhadap lingkungan," katanya.

Ia berharap kegiatan positif tersebut bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menambah wawasan dalam mengolah sampah.

Ia mengatakan kegiatan ini bisa menciptakan keharmonisan dan kepedulian akan lingkungan. Apa lagi  Mimika akan menghadapi dua event besar yakni PON dan Pesparawi.

"Sehingga saya ajak kita untuk bisa lebih banyak mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat bahwa harus hidup bersih dan terbebas dari sampah," tuturnya. 

Sementara itu Ketua MUI Kabupaten Mimika Ustadz H.M Amin, menjelaskan selama satu tahun belakangan, banyak sekali persoalan yang ditemui oleh masyarakat yang harus diperhatikan.

"MUI mencoba meramu setiap persoalan itu, sehingga ada tiga hal pokok yang perlu kita angkat di dalam sosialisasi ini," kata Ustadz H.M. Amin.

Yang pertama tentang masalah sampah dimana masalah ini menjadi masalah klasik yang ada di Mimika dan harus disosialisasikan karena ini tanggung jawab bersama

"Kemudian pada kesempatan ini MUI akan mendorong gerakan 10 menit setiap hari bersih - bersih lingkungan sekitar untuk membantu program pemerintah dalam menyambut PON," ujarnya.

Menurutnya gerakan teraebut harus dilaksanakan mengingat tamu dari luar Timika bisa datang dan lihat bahwa Kota Timika bersih dan asri 

"Kebersihan itu bagian dari iman sehingga penting untuk mendorong kita semua bisa menyampaikan dan mewujudkan kesadaran setiap hari," katanya.

Kemudian MUI juga mencoba mendorong untuk gerakan membawa botol minuman sendiri.

"Saya mau sampaikan supaya kegiatan apa saja dalam keislaman, supaya tidak lagi membiasakan membeli air dalam kemasan, harus membiasakan membawa botol masing - masing," ujarnya.

 Selain tentang lingkungan, masalah yang diangkat di dalam Sosialisasi Fatwa MUI tersebut adalah tentang Pelakor atau perebut laki orang.

"Di era sekarang ini, bahkan bisa saja menjadi gaya hidup, sehingga ini perlu ada petunjuk fatwah, bahwa itu tidak benar, tidak baik," katanya.

Kemudian pembahasan lainnya dalam sosialisasi tersebut adalah mengenai maraknya paham mengenai mengucapkan hari raya kepada pemeluk agama lain.

"Ini memang banyak pro dan kontra dan MUI hadir sebagai penengah dimana di Mimika ini kita hidup berdampingan, dan dengan bermacam suku dan agama, sehingga langkah apa yang baiknya dilakukan sehingga keutuhan hidup berdampingan tetap terjaga, itu akan dibahas dalam sosialisasi ini," tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment