Pembangunan SDM di Papua Harus Bersamaan Dengan Infrastruktur

Bagikan Bagikan
Ahli manajemen stratejik Dr Jean Richard Jokhu. (Foto-Antara)

SAPA (JAKARTA) - Ahli manajemen stratejik Dr Jean Richard Jokhu mengatakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Papua harus bersamaan dengan pembangunan infrastruktur.

"Ini seperti ayam dan telur, yang mana dulu yang harus dibangun. Padahal seharusnya pembangunan SDM harus bersamaan dengan pembangunan infrastruktur," ujar Jean di Jakarta, Selasa.

Jean yang baru saja meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia itu pun menjelaskan, pembangunan SDM bisa dilakukan bersamaan dengan infrastruktur. Tidak harus terpisah-pisah. Caranya, masyarakat setempat dilibatkan dalam pembangunan di daerah itu.

"Direkrut, diberikan pelatihan, kemudian diberikan pekerjaan, dan dievaluasi. Ini yang harus dikembangkan," tambah dia.

Ia menambahkan dengan melibatkan warga setempat dalam pembangunan, maka masyarakat Papua akan menyadari bahwa pembangunan tersebut diperuntukkan untuk mereka.

Jika masyarakat sudah menyadari bahwa pembangunan tersebut untuk kebaikan mereka, lanjut Jean, maka tindakan represif akan berkurang dengan sendirinya. Permasalahannya, lanjut Jean, yang banyak terjadi di Papua adalah perusahaan membawa tenaga kerja dari luar, dan jarang melibatkan warga setempat.

"Untuk Papua memang perlu pendekatan yang berbeda dibandingkan daerah lain," kata doktor manajemen stratejik pertama dari Papua itu.

Hubungan yang hendaknya tercipta di Papua antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat hendaknya hubungan mutualisme atau yang saling menguntungkan.

"Kalau masyarakat Papua sudah memahami bahwa pembangunan itu untuk mereka, maka tidak akan ada lagi pembangunan yang terhambat," cetus dia lagi.

Dalam disertasinya yang berjudul "Faktor-faktor yang Memengaruhi Proses Pengambilan Keputusan Stratejik Secara Heuristik Terhadap Project Output (Studi Empirik pada UKM Konstruksi di Papua)", Jean menjelaskan bahwa keterbatasan informasi, masyarakat lokal yang represif, serta lingkungan yang dinamis tidak menjadi alasan perusahaan UKM untuk tidak melakukan proyek di Papua atau terbengkalainya proyek di Papua.

Penyebabnya, ada keputusan heuristik yaitu kesederhanaan dalam proses pengambilan proyek yang bisa dilakukan sebagai alternatif pilihan untuk menyelesaikan proyek.(Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar