Penerapan UMK Rp 3,9 Juta Butuh Keseriusan Pemkab Mimika Dan Semua Perusahaan

Bagikan Bagikan
Matius Yanengga (Foto: SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) - Terhitung sejak tanggal 6 Januari 2020, Upah Mininum Kabupaten (UMK) Mimika secara resmi naik menjadi Rp 3.958. 444, akan tetapi penerapannya butuh keseriusan dari Pemkab serta semua perusahaan yang ada.

Anggota DPRD Mimika, Matius Yanengga mengatakan, UMK perlu berlaku untuk mengimbangi kesenjangan hidup seiring pesatnya putaran roda perekonomian. Sebab, seiring waktu hingga saat ini telah banyak perusahaan di Mimika yang secara persyaratan semestinya wajib menerapkan UMK. Dengan demikian, Pemkab melalui dinas terkait wajib mendata dan menekan agar perusahaan terkait wajib memberikan upah yang sesuai UMK kepada setiap pekerjanya.

"Kalau UMK sudah ditetapkan, berarti tinggal bagaimana keseriusan dari Pemerintah dan perusahaan-perusahaan yang ada. Keseriusan dalam artian, memperhatikan pemberian upah pekerja di masing-masing perusahaan," katanya di kantor DPR, Selasa (14/1/2020).

Penerapan UMK menurut dia, merupakan PR khusus DPRD sejak beberapa tahun lalu. Sebab, seharusnya DPRD melakukan monitoring khusus pengawasan di semua perusahaan yang ada. 

Selanjutnya, diharapkan Disnaker Mimika dapat menyajikan data khusus terkait jumlah perusahaan di Mimika yang telah memenuhi syarat penerapan UMK. Berdasarkan data ini, tiap perusahaan terkait diwajibkan untuk memberikan upah kepada pekeja sesuai UMK.

"Selama ini kami belum monitoring khusus pengawasan UMK. Kami berharap dan berupaya supaya hal itu bisa kami lakukan di tahun 2020, supaya setiap perusahaan terapkan UMK itu," tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar