Penyuluh Malaria Diajar Memberikan Penyuluhan Berupa Permainan

Bagikan Bagikan
Suasana Kegiatan Pelatihan Edutainment Malaria (Foto : SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Para petugas penyuluhan malaria diajar untuk memberikan penyuluhan dalam bentuk yang menyenangkan, yakni memberikan edukasi dengan permainan.

Dimana para petugas penyuluh diajar dalam kegiatan Pelatihan Interpersonal Comunication (IPC) Edutainment Malaria dalam rangka pemberantasan malaria di Kabupaten Mimika selama tiga hari yakni Senin (13/1/2020) hingga Rabu (15/1/2020) di Gedung MPCC LPMAK Timika.

Peserta penyuluhan tersebut terdiri dari berbagai instansi diantaranya United Nations Children's Fund (UNICEF), LPMAK, Community Health Development (CHD), Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Papua (YPKMP), Dinas Kesehatan yakni Perwakilan dari beberapa Puskesmas yang ada di Mimika serta tim PKK.

Mewakili seluruh panitia penyelenggara,  Iswandi yang merupakan Supporting CHD PTFI menjelaskan bahwa kegiatan tersebut untuk melatih dan membentuk serta menciptakan suasana baru dalam mengedukasi masyarakat.

"Selama ini mereka melakukan penyuluhan atau sosialisasi hanya face to face dan bersifat lisan, sehingga dengan pelatihan ini dibuat ada nuansa lain yaitu dengan bentuk- bentuk permainan," jelas Iswandi kepada Salam Papua, Selasa (14/1/2020).

Ia mengatakan hal tersebut akan diaplikasikan oleh para petugas di lapangan dengan target agar apa yang dimaksudkan yakni memberikan edukasi tentang malaria bisa tersampaikan ke masyarakat.

"Jadi sosialisasi yang dilakukan nanti bukan hanya dimengerti oleh orang dewasa namun juga anak - anak agar bisa mengetahui mengenai malaria sejak dini karena anak - anak pasti suka dengan pola pembelajaran dengan bermain," katanya.

Ia mengatakan selama ini para petugas sudah menjalankan perannya sebagai petugas penyuluhan malaria dengan baik hanya saja harus ada inovasi baru sehingga tidak membuat masyarakat menjadi jenuh saat mendengar penyuluhan.

"Kegiatan yang pematerinya langsung dari Unicef pusat ini diharapkan bisa membawa perubahan dan dampak positif dalam usaha memerangi malaria serta masyarakat bisa paham tentang apa saja yang harus dilakukan demi terciptanya keluarga yang bebas malaria," tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar