PT Freeport Berikan Pembekalan Dan Sertifikasi POP Untuk Perusahaan Milik Pengusaha Peserta PP-UMKM

Bagikan Bagikan
Peserta serius mengikuti ujian kompetensi. (Foto: SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan pembekalan dan sertifikasi  Pengawas Operasonal Pertama untuk Perusahaan milik Pengusaha peserta program pembinaan usaha mikro kecil dan menengah (PP-UMKM). 

Kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Timika tanggal 24-25 Januari ini merupakan salah satu komitment PTFI dalam membantu pengembangan dan kemandirian pengusaha lokal binaan melalui PP-UMKM yaitu tetap membantu dan mendorong peningkatan atau pemenuhan kompetensi  melalui pelatihan. Dimana, sesuai dengan peraturan dan ketentuan dari perusahaan / PTFI dan Pemerintah, bahwa para pengusaha yang bekerja dengan perusahaan pertambangan atau memberikan jasa pertambangan harus dapat memenuhi syarat, peraturan, dan ketentuan yang berlaku. 

Salah satunya disyaratkan bahwa kontraktor harus yang bekerja di bidang jasa pertambangan inti harus mempunyai IUJP ( Ijin Usaha Jasa Pertambangan), dimana dalam pemenuhan pengurusan IUJP tersebut kontraktor harus mempunyai PJO ( Penanggung Jawab Operasinal) yang bersertifikasi POP. 

Hal tersebut diatas adalah berdasarkan ketentuan pemerintah yang tertuang dalam Permen ESDM RI nomor 43 Tahun 2016 tentang Penetapan dan Pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Khusus Pengawas Operasional di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara.  Permen ESDM RI nomor 11 tahun 2018 tentang  Tata Cara Pemberian Wilayah, Perizinan dan Pelaporan Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Permen ESDM RI nomor  26 tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan Yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Program pelatihan dilaksanakan oleh PP-UMKM CED Department dan OHS Department  yang
Bekerjasama dengan LSP – PERHAPI. Pembekalan Batch 1 dimulai tanggal  2 hingga  6 Desember 2019 dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang.  

Pembekalan Batch 2  dimulai  tanggal 4 hingga  13 Desember 2019  dengan jumlah peserta  20 orang. Evaluasi hasil Pembekalan tanggal 3 Januari 2020 dengan jumlah peserta sebanyak  40  orang.  Verifikasi Data Batch 1 tanggal  16 Januari 2020 dengan jumlah perserta 20 orang. Verifikasi Data Batch 2 tanggal 17 Januari 2020 dengan jumlah perserta sebanyak 20 orang. Dilanjutkan dengan Ujian Kompetensi (lisan dan tulisan) tanggal 24 dan 25 Januari 2020.


Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah mengingat pengusaha lokal binaan PTFI mempunyai tenaga kerja yang kompeten dalam melakukan pekerjaan dengan pemenuhan kewajiban standar keselematan yang berlaku.  Dalam menjalankan usaha / pekerjaannya, Pengusaha lokal binaan PTFI mempunyai PJO (Penangung Jawab Operasional) yang mempunyai sertifikat PO dari LSP ( Lembaga Sertifikasi Profesi). PTFI memperkerjakan atau bermitra dengan pengusaha lokal yang dapat memenuhi syarat dan ketentuan serta peraturan yang ditetapkan perusahaan / PTFI dan atau pemerintah.

Program pelatihan ini bermanfaat untuk meningkatnya kemampuan mengelola perusahaan. Pengusaha dapat memenuhi persyaratan standard keselamatan kerja yang telah ditentukan, baik oleh PTFI dan atau Pemerintah.  Pengelolaan perusahaan didukung oleh SDM yang memiliki kompetensi yang cukup dan diakui secara legal (bersertifikat).

Sedangkan manfaat untuk PTFI adalah  dapat memberikan bantuan yang nyata dan bermanfaat bagi pengusaha binaan lokal/ peserta PP-UMKM. PTFI mempunyai mitra kerja / kontraktor lokal yang kompeten dan memenuhi persyaratan. Sebagai indikator bagi PP-UMKM PTFI untuk mengevaluasi program pembinaan, sehingga dapat dilakukan pembenahan ataupun perbaikan ke arah yang lebih baik.

Pantauan Salam Papua, program ini diikuti oleh 32 peserta perwakilan dari Perusahaan lokal binaan PTFI dan 8 Staff sebagai Pembina dari  CED Departmen PTFI.

Senior Officer- CED Departemen, Robi Santika mengatakan, bahwa diharapkan dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas pengusaha diharapkan kinerja perusahaan lokal binaan PTFI  / Peserta PP-UMKM menjadi lebih baik, sehingga dapat menciptakan iklim kerja yang baik dan selamat di lingkungan PTFI.

Sedangkan Supt. OHS Training, Fransiscus Fendy Novenco menjelaskan, pihaknya selalu melakukan training baik area Low land hingga High land, hanya saja target pesertanya berbeda.

Pelatihan kali ini katanya dimulai dari pelatihan di ruangan selama dua minggu, kemudian dilanjutkan dengan on job di lapangan.

"Jadi pembina dan pengawas itu memastikan bahwa hasil dari di kelas itu bisa diterapkan di lapangan," katanya.

Setelah pelatihan di ruangan dan di kelas tersebut dilaksanakan selama hampir lebih dari satu bulan, kemudian dilakukan uji kompetensi yang dilakukan saat ini.

"Uji kompetensi ini kita hanya memastikan bahwa tugas tanggung jawab dalam indikator kompetensi itu dilakukan di lapangan," kata Fendy. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Bola165 titik co sarana Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan untuk teman teman yang ingin bergabung bersama yang kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Bola165 titik co paling best ya guys...

    ReplyDelete