Saksi Minim, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Pembunuhan Sumarna

Bagikan Bagikan
Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y Harikatang (Foto: Doc SAPA)

SAPA (TIMIKA) – Sampai saat ini pihak kepolisian masih kesulitan mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang pengolah kayu, yakni Sumarna, di Jalan Trans Nabire, Kilometer 7, Distrik Iwaka pada September 2019 lalu. Sumarna ditemukan tewas dibunuh orang tak dikenal (OTK) dengan luka bacok pada sekujur tubuh. 

Diantaranya, luka pada mulut, luka kepala bagian belakang, leher belakang, punggung belakang, luka potong pada kelingking dan jari manis kanan, luka gores pada tangan kanan bagian belakang.

Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y Harikatang mengungkapkab bahwa pihaknya kesulitan mengungkap kasus pembunuhan tersebut lantaran minimnya saksi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita masih sulit menemukan pelakunya. Karena saksi di TKP, itu tidak ada. Sehingga kita sulit untuk mencari. Harus ada dua alat bukti yang cukup termasuk saksi untuk mengetahui itu,” ujarnya saat dikonfirmasi Salam Papua melalui sambungan panggilan, Kamis (16/1/2020).

Sebelumnya, Kapolsek menjelaskan kasus pembunuhan terhadap Sumarna dilaporkan ke Polsek Kuala Kencana pada Kamis (21/11/2019) siang sekitar pukul 13.30 WIT oleh keluarga korban melalui Kepala Kampung Mulia Kencana SP7 Syamsul Basri.

Tim Polsek Kuala Kencana bersama Tim Identifikasi Polres Mimika kemudian bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan selanjutnya mengevakuasi jenazah korban menuju kamar jenazah RSUD Mimika.

“Jenazah korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di sebuah kali kering dengan luka-luka di bagian mulut, kepala bagian belakang, pinggang, jari tangan akibat sabetan benda tajam. Dengan melihat luka-luka pada tubuh korban, kemungkinan pelakunya berjumlah lebih dari satu orang,” ujarnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Selamat siang untuk semua, nama saya Steven Nesty Binti, saya ingin membagikan kesaksian hidup saya yang sebenarnya di sini di platform ini sehingga semua pencari pinjaman akan berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet

    Setelah beberapa waktu mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan terus ditolak, saya memutuskan untuk mengajukan pinjaman online tetapi saya ditipu dan kehilangan Rp10,7 juta, untuk seorang pria di Afrika.

    Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi saya berdiskusi dengan teman saya Ny. Tieka Melawati (tiemelaw@gmail.com) yang kemudian memperkenalkan saya kepada Ny. Deborah, Manajer AVANT Loan Firm, jadi teman saya meminta saya untuk memproses pinjaman saya dengan Nyonya Deborah. Jadi saya menghubungi Ny. Deborah melalui email: (avantloanson@gmail.com) dan juga di WhatsApp: +6281334785906

    Saya mengajukan pinjaman sebesar IDR 380 juta dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman itu disetujui dengan mudah tanpa tekanan dan semua persiapan dilakukan dengan transfer kredit, karena tidak memerlukan jaminan dan jaminan untuk transfer pinjaman, Saya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari satu setengah jam, uang pinjaman saya dimasukkan ke dalam rekening bank saya.

    Saya pikir itu lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya telah dikreditkan dengan IDR380 juta. Saya sangat senang bahwa akhirnya Tuhan telah menjawab doa saya dan dia telah memberi saya keinginan hati saya.

    Semoga Tuhan memberkati Ny. Deborah untuk memberikan kehidupan yang adil bagi saya, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Ny. Deborah melalui email: (avantloanson@gmail.com) atau melalui WhatsApp: +6281334785906 untuk pinjaman Anda

    Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua karena telah meluangkan waktu untuk membaca kesaksian sejati hidup saya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa kepada Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda. Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: (nestybintisteven@gmail.com) Salam

    BalasHapus