Terkait Data Penerima Bantuan BPNT Pengganti Rastra, Distrik Miru Sudah Melakukan Verifikasi

Bagikan Bagikan
Kepala Distrik Miru, Ananias Faot. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) -  Terkait data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pengganti bantuan Beras Sejahtera (Rastra) yang dicanangkan sejak Agustus 2019, Distrik Mimika Baru sudah melaksanakan verifikasi data.

BPNT yang ditentukan langsung oleh pihak Kementerian Sosial berpegang pada data penerima Rastra yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS). 

Kepala Distrik Mimika Baru, Ananias Faot yang ditemui di ruang kerjanya Kamis (16/1/2020) mengatakan pihak Distrik hanya melakukan verifikasi untuk memastikan apakah masyarakat yang terdaftar masih ada atau sudah pindah atau meninggal serta melihat kembali keadaan ekonomi masyarakat tersebut.

“Bisa saja saat didata orang tersebut masih tergolong tidak mampu tetapi sekarang sudah mapan. Kemudian kami di distrik menginformasikan hasil verifikasi tersebut ke Dinas Sosial,” jelasnya.

Ia mengatakan pihak Distrik tidak melakukan pengurangan jumlah data penerima dan juga jumlah penerimanya. 

Melainkan pihak Distrik hanya melakukan pengusulan pergantian jika menemukan ada masyarakat yang sudah mapan, pindah atau meninggal.

“Tetapi untuk jumlah pasti penerima saya kurang tahu, tapi datanya ada dan itu juga kami terima dari Dinsos karena hasilnya dikirim langsung dari Kemensos ,” katanya.

Pengalihan Rastra menjadi BPNT bertujuan untuk mewujudkan 6T yakni Tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, tepat harga dan tepat administrasi.

"Verifikasi data sudah rampung dan sudah diserahkan ke Dinsos. Kemungkinan pihak Dinsos sudah mengirimkan data tersebut ke pusat dan hingga hari ini tinggal menunggu kartu BPNT tersebut," tuturnya. 

Untuk diketahui, perbedaan BPNT dengan Rastra adalah menggantikan penyaluran beras langsung menjadi uang dalam kartu yang diberikan pemerintah.

Melalui uang itu masyarakat penerima BPNT dibebaskan dapat membeli kebutuhan pokoknya mulai dari beras, minyak goreng, telur hingga daging.

Kemudian mengenai kualitasnya, semua dibebaskan pada penerima manfaat untuk membeli pada level kualitas yang dikehendaki sesuai ketersediaan uang yang dimiliki.(Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar