Dewan Harap Perekrutan Karyawan YPMAK Prioritaskan Anak Asli Mimika

Bagikan Bagikan
Anggota DPRD, Luther Wakerkwa. (Foto : SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Anggota DPRD Kabupaten Mimika periode 2019-2024, Luther Wakerkwa mengharapkan proses perekrutan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) harus prioritaskan anak asli Mimika yakni Amungme dan Kamoro.

"Jadi untuk menyikapi penerimaan lowongan kerja yang tersedia di YPMAK, saya juga sebagai orang Mimika mendukung apa yang diperjuangkan oleh OKIA dimana anak asli Mimika harus menjadi prioritas untuk bekerja di YPMAK," ujar Luther Wakerkwa saat ditemui di Kantor DPRD Mimika, Jumat (14/2/2020).

Ia mengatakan anak - anak asli Mimika yang sudah tergabung dalam kaum intelektuak OKIA harusnya bisa diakomodir untuk lowongan di YPMAK.

Karena menurutnya organisasi OKIA merupakan tempat yang sudah diciptakan untuk mengurangi pengangguran terutama anak asli Mimika, kalau yang tersedia untuk anak Amungme dan Kamoro sudah  terakomodir silahkan lima suku yang lainnya lagi diakomodir.

"Setelah lima suku lainnya, setelah itu baru mungkin bisa ditambah dengan lahir besar di Mimika, kemudian juga Papua lain," katanya.

Kemudian kata Luther, YMPAK merupakan satu yayasan yang mengurus orang Amungme dan Kamoro maka yang harus mengelolanya pun anak - anak intelektual dari suku Amungme dan Kamoro.

"Kenapa harus datangkan dari luar yang tidak memahami adat, budaya dari dua suku ini, untuk apa mereka ini dipersiapkan, untuk apa mereka bersekolah tinggi hingga sarjana kalau mereka tidak diikutsertakan dalam pembangunan Kabupaten Mimika dalam segi pekerjaan," tegasnya.

Ia mengatakan, sebaiknya tim seleksi melihat aspirasi tersebut, aspirasi dari OKIA  supaya jangan terkesan tim seleksi tidak perhatikan pribumi di sini.

"Kalau ada jabatan - jabatan tertentu yang memerlukan keahlian khusus misalnya IT, kalau tidak ada Amungme dan Kamoro maka silahkan jika anak asli tidak ada yang bisa, kalau mereka bisa kenapa harus ambil dari luar ?," katanya.

Luther menyatakab dirinya juga tergabung dalam OKIA dan saat ini dirinya telah duduk di kursi DPRD untuk itu ia pun ingin menyuarakan agar tim seleksi bisa perhatikan aspirasi dari OKIA.

Hal ini juga berlaku untuk di PT.Freeport Indonesia dan juga dalam proses perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Ini juga untuk pihak pemda Mimika dalam hal proses seleksi CPNS kami harap juga tidak diskriminasi tetapi jalankan amanat undang - undang bahwa 80 persen harus anak pribumi, sekarang kalau  tersedia kenapa harus ada non pribumi lagi dan saya pikir aspirasi seperti ini harus diperhatikan," tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar