Gerebek Bandar Narkoba Di Nawaripi, Polisi Sita Puluhan Paket Diduga Sabu Dari Pasangan Suami Istri

Bagikan Bagikan
Satresnarkoba Polres Mimika saat mengamankan tersangka pasangan suami-istri dan puluhan paket narkoba (Foto : SAPA/Salma)

SAPA (TIMIKA) – Satresnarkoba Polres Mimika menggerebek sebuah rumah kontrakan di Kampung Nawaripi, belakang SMA N1 Mimika, Jumat (14/2/2020) siang. Dari hasil penggerebekan tersebut, polisi berhasil menyita 24 paket diduga narkotika jenis sabu beserta barang bukti lainnya.

Puluhan barang haram itu diamankan dari tangan dua tersangka yang merupakan pasangan suami istri (Pasutri) yakni IW dan BS, sekitar pukul 12.00 WIT.

Pantauan Salam Papua, penggerebekan dipimpin langsung Kapolres Mimika AKBP I G. G Era Adhinata, Kasat Narkoba Polres Mimika Iptu Sugarda Aditya B.T bersama tim, menggeledah setiap sudut rumah pasutri itu  dan berhasil menemukan lima paket diduga sabu.

Tim kemudian melakukan interogasi terkait kepemilikan barang haram itu, namun ditepis oleh keduanya. Kendati demikian, tim tetap melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan sepuluh paket. Tak berhenti disitu, 9 paket berisikan serpihan sisa narkotika jenis sabu pun ditemukan.

Kasat Narkoba Polres Mimika Iptu Sugarda Aditya B.T mengatakan bahwa, pasutri itu adalah bandar narkoba yang sudah lama ditargetkan oleh tim.

Setelah mengumpulkan informasi masyarakat dan melakukan penyelidikan selama tiga hari, tim mengetahui bahwa akan ada tindak penyalahgunaan narkoba yang masuk lewat pintu pelabuhan oleh pasangan itu.

“Barangnya berasal dari Makassar. Puluhan paket ini, sementara diduga akan akan diedarkan di sini, seputaran Timika. Namun Alhamdulillah, berhasil kita cegah duluan sebelum langsung dipecah,” kata Sugarda usai penggerebekan tersebut.

Dikatakan, pihaknya kemudian akan melakukan pendalaman kasus tersebut. Dimana, IW dan BS diketahui menjual barang haram itu seharga Rp. 2 Juta pergram.

“Untuk sementara, beratnya sekitar 15 gram lebih. Kepastiannya akan kita tahu setelah dilakukan penimbangan di pegadaian.  Harganya berbeda, untuk paket kecil dijual seharga Rp. 400 ribu dan yang besar seharga Rp.2 Juta. Kita belum tahu, apakah mereka juga pemakai atau bukan. Kita masih terus kembangkan,” ujarnya sembari mengatakan, akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan pasal hukum yang dikenakan atas kepemilikan barang haram itu.

“Pasal 114 tentang kepemilikan, tapi kita gelar perkara dulu,” imbuhnya.

Pasutri itu kemudian diamankan ke Polres Mimika untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Selain mengamankan puluhan paket itu, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti lainnya seperti timbangan digital, sendok, dan bungkusan plastic bening.

Tak hanya itu, dari hasil penggerebekan, ditemukan pula empat butir amunisi jenis laras panjang, senjata tajam (Sajam) berupa parang dan senjata tradisional. Rumah kontrakan kemudian dipasangi Police Line. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar