Penyidik Polres Mimika Lidik Dugaan Korupsi di Puskesmas Wania

Bagikan Bagikan

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Muhammad B. Y Hanafi. (Foto: SAPA/Saldi)

SAPA (TIMIKA) - Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polres Mimika saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi di Puskesmas Wania. Analisa sementara menurut versi Kepolisian, kerugian negara ditaksir kurang lebih Rp 450 juta. 

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Muhammad B. Y Hanafi mengatakan, dugaan korupsi yang dimaksud berkaitan dengan penyalahgunaan dana bantuan operasional kesehatan (BOK) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) non fisik, dan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukkan untuk BPJS Kesehatan. 

"Nilai kerugian kurang lebih 450 juta. Itu dana BOK dari APBN non fisik dan dana JKN bersumber DAK untuk BPJS. Tahun anggaran 2019," ungkap Kasat Reskrim, Jumat (28/2/2020), saat ditemui diruang kerjanya Kantor Pusat Pelayanan Masyarakat Polres Mimika. 

Sebelumnya juga, kata Kasat Reskrim, pihaknya telah dikirimkan surat dari Inspektorat Pemkab Mimika berkaitan kasus yang ditangani. Namun, setelah surat diterima, isi surat belum menjelaskan terkait dugaan penyalahgunaan dana tersebut, apakah masuk dalam perbuatan pidana yang telah merugikan negara atau tidak. 

"Tapi, dari Inspektorat suratnya kayak mengambang. Kita mau mintakan isi didalam surat itu benar-benar dijelaskan, itu pidana, itu salah karena kerugian. Itu (surat) masih seperti mengambang. Makanya kita menyurat ulang agar itu keluar dengan catatan-catatan yang jelas terperinci," terang Kasat. 

Penyidik, kata dia, bukannya tidak bisa menilai terkait perbuatan atau tindak pidana yang telah terjadi dan dilakukan. Namun sesuai SOP, prosedur yang dilalui harus ada koordinasi dengan pihak Inspektorat, yakni Inspektorat mengeluarkan surat dan menjelaskan terkait dugaan penyalahgunaan dana atau anggaran. 

"Kita bisa menilai, tapi memang secara SOP-nya seperti itu. Selain prosedural, kita mengecek ke mereka (Inspektorat) juga. SOP-nya begitu, makanya kemarin Lexi (Kanit Tipikor) kirim lagi (surat) kesana untuk meminta isinya jangan seperti itu," terangnya. (Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment