Baru Tiba di Timika Sabtu, Sejumlah Pramuria Bar dari Daerah Terjangkit Corona Diharuskan Mengisolasi Diri 14 Hari

Bagikan Bagikan
Tim Gabungan menunjukkan Surat Perintah Tugas dan Surat Edaran Bupati Mimika terkait langkah konkrit pencegahan covid-19 kepada setiap tempat hiburan malam di Timika. (Foto: SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Melaksanakan Instruksi Bupati Mimika tentang langkah konkrit dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mimika, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Dispol-PP) Kabupaten Mimika, Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)  melakukan inspeksi mendadak  (Sidak) tempat hiburan malam di Timika, Sabtu (21/3/2020) malam.

Saat melakukan sidak tim gabungan mendapatkan sejumlah pramuria di tempat hiburan malam (THM) di Mimika berasal dari daerah yang terjangkit virus corona (Covid-19).

Rata- rata asal mereka dari Jakarta, Makassar, Manado dan keberadaan mereka di Timika belum lama. Sebagian dari mereka malah baru tiba di Timika Sabtu (21/3/2020).

Terhadap pramuria yang keberadaannya baru di Timika,  petugas mengharuskan mereka segera mengisolasikan diri selama 14 hari sesuai masa inkubasi dari covid-19. Satuan gugus akan mengawasi mereka.

Petugas juga menekankan, untuk sementara waktu pemilik tempat hiburan malam dilarang mendatangkan pramuria baru dari luar daerah, apa lagi dari daerah yang sudah terjangkit covid-19.

Sidak ini berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 7 tahun 2020 tentang gugus dan tugas percepatan pencegahan Corona virus, dan Surat Edaran Gubernur Papua nomor 440/3234/SET Tentang langkah- langkah konkret dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Provinsi Papua, serta surat edaran Bupati Mimika nomor 443.1/254, tentang langkah langkah konkrit dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mimika.

Bupati Mimika melalui Surat perintah tugas nomor 331.1/256 memerintahkan kepada Kepala Dinas Satpolpp untuk segera melakukan penertiban dan pengawasan terhadap tempat- tempat hiburan yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak seperti bar, cafe, restaurandan  tempat wisata. 

Dalam melaksanakan tugas selalu melaporkan kepada Bupati Mimika melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika. Dalam melaksanakan tugas ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Mimika.

Kadispol-PP, Willem Naa kepada wartawan mengatakan Instruksi Bupati Mimika untuk menutup seluruh tempat hiburan malam, restauran, serta tempat wisata, termasuk warung makan.

"Bagi mereka yang melanggar dan tidak mengindahkan iimbauan pemerintah, kita akan tutup tempat itu, bila perlu ijinnya juga kita cabut," ungkap Willem.

"Hari ini (Sabtu-Red) kita sampaikan surat edaran terkait penutupan THM dan sosialisasikan terkait pencegahan covid-19, selanjutnya petugas akan tetap mengawasi jika mereka tidak menutupnya, maka pemerintah akan ambil langkah tegas dengan menutup serta mencabut ijin usaha mereka," ujar Willem.

Kepala Perlindungan Masyarakat Satpol PP  Richard K. Rumbarar juga menyampaikan bahwa sesuai dengan instruksi Bupati, semua THM selama 14  hari diminta untuk tidak dibuka. Jika kedapatan membuka maka pemerintah tidak akan segan- segan  mencabut ijin usahanya.

Petugas gabungan tidak hanya menyampaikan instruksi Bupati, petugas juga memberikan sosialisasi kepada pramuria, terkait mencegah penularan covid-19. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

4 komentar:

  1. Klu timung nggak apa2 cm pijat n plus2😁😁

    BalasHapus
  2. In the event that nations don't confide in one another, at that point the data on illness gets futile.N95 mask

    BalasHapus
  3. Beginning with a way of life of health and fitness isn't generally the hard demanding errand that anybody ordinarily trust it is. Marijuana Seeds

    BalasHapus
  4. Elective human services consolidates non logical ideas of recuperating, for example, conventional convictions, otherworldliness and society knowledge into medicine.what is this

    BalasHapus