Cegah Corona, Imbauan Tidak Ibadah Diperpanjang Satu Bulan Hingga 23 April 2020

Bagikan Bagikan
Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: SAPA/ Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), imbauan agar tidak beribadah atau mengumpulkan umat dalam jumlah banyak untuk sementara waktu diperpanjang satu bulan, mulai 23 Maret hingga 23 April 2020.
Pemkab Mimika juga mengimbau agar semua tempat usaha juga ditutup untuk sementara waktu.

Imbauan ini disampaikan Pemkab Mimika melalui surat edaran Bupati Mimika nomor 443.1/258 tentang pencegahan virus corona (covid-19) di tempat usaha dan Surat edaran Bupati Mimika nomor 443.1/279 tentang pencegahan virus corona (Covid-19) di tempat ibadah.

"Ini adalah surat imbauan kepada tokoh agama untuk mempertimbangkan agar tidak mengumpulkan umat sementara waktu sampai tanggal 23 April 2020,"  kata Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra.

Rey berharap para tokoh agama di Kabupaten Mimika, dapat melanjutkan imbauan pemerintah ini kepada seluruh umat melalui pengeras suara. 

Sebelumnya imbauan itu dengan batas waktu sampai tanggal 5 April. Dengan segala pertimbangan, kata Rey, diperpanjang hingga tanggal 23 April 2020.

“Beberapa gereja sudah melaksanakan itu, namun diharapkan ini bisa menjadi perhatian dari seluruh pimpinan agama agar serentak dilaksanakan, agar tujuan memutus mata rantai penyebaran covid-19 bisa tercapai,” tutur Rey. 

Rey menjelaskan,  pencegahan virus corona ini butuh kerja sama semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. 

Untuk perpanjangan waktu hingga tanggal 23 April,  jelas Rey, untuk sementara ditujukan hanya kepada tempat ibadah dan tempat usaha.

“Untuk pemerintahan dan sekolah apakah juga akan ditambah kerja dan belajar di rumah, belum ada keputusan terkait hal itu. Kita akan lihat dalam beberapa hari ke depan setelah pertemuan dengan Gubernur Papua,” ujarnya. 

Arahan dan kebijakan dari Gubernur seperti apa itulah yang akan diadopsi, dan akan dilakukan oleh pemerintah kabupaten dengan mempertimbangkan segala aspek di Mimika.

Untuk diketahui, Tim gugus tugas penanganan covid-19  Kabupaten Mimika telah melakukan evaluasi, dipimpin langsung oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, dihadiri Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, pada Senin (23/3/2020).

Menurut Rey, hingga saat ini belum ada penemuan pasien dalam pengawasan (PDP) ataupun Orang Dalam Pemantauan (ODP). (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a comment