Empat Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 Keluhkan Ruang Isolasi RSUD Mimika Tidak Memadai

Bagikan Bagikan
Ilustrasi ruang isolasi pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19

SAPA (TIMIKA) - Empat pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 mengeluhkan fasilitas di ruang isolasi RSUD Mimika yang tidak memadai.

Para pasien yang diisolasi ini mengeluhkan bahwa ruang isolasi itu kondisinya panas dan tidak miliki kain jendela atau horden. Selain itu tidak ada koordinasi yang dilakukan oleh para medis ataupun dokter bersama pasien. Dengan demikian, para pasien merasa ketakutan. 

"Mereka mengaku ketakutan dengan kondisi seperti itu. Kalau suasana kamarnya seperti itu, bisa-bisa akan muncul penyakit lain yang dialami para pasien," ungkap Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanes Feliks Helyanan via telepon, Minggu (29/3/2020).

Karena itu, RSUD diminta agar segera melengkapi fasilitas di ruang isolasi tanpa harus berpatokan pada tahun anggaran. Sebab, tiap pasien tudak boleh masuk ke ruang isolasi kalau kondisinya malah menakutkan. 

Permintaan Pemkab untuk menandatangani anggaran untuk penanganan Covid-19 ke DPRD bukan menjadi masalah. Dengan demikian, secepatnya harus membenahi semua fasilitas yang bisa mendukung pemcegahan covid-19. 

Selanjutnya menurut dia, Pemkab telah menyatakan bahwa siapkan anggaran sebesar Rp 160 miliar. Anggaran itu sangat luar biasa besar, sehingga kalau fasilitasnya tidak cepat dipenuhi, maka jangan membuat sesuatu yang lain yang hanya mengulur waktu. 

RSUD tidak boleh main-main dengan bencana nasional ini. RSUD ini harus memperlakukan para PDP dan ODP secara manusiawi.

"Ini jadi perhatian khusus. Sesegera mungkin RSUD harus benahi fasilitasnya, supaya ruang isolasi itu betu-betul layak. Ini kondisi emergensi. Karena sudah lewat masa waktunya, berarti tidak bisa lagi dibilang kondisi gawat darurat dan fasilitasnya baru mulai dibenahi," jelasnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a comment