Gagal Berangkat Karena Corona, Calon Penumpang Sriwijaya Air Antri Ambil Uang Tiket

Bagikan Bagikan
Antrian calon penumpang di depan loket pelayanan Sriwijaya di bandara Mosez Kilangin. (Foto: SAPA/Acik).

SAPA (TIMIKA) - Menyusul putusan Pemkab Mimika membatasi akses penerbangan komersial di Bandara Mozes Kilangin, beberapa maskapai penerbangan komersial termasuk Sriwijaya Air juga ikut menghentikan mobilisasi penumpang. 

Karena itu, banyak calon penumpang gagal berangkat ke daerah tujuannya masing-masing, sehingga memutuskan mengambil kembali uang tiket yang telah dibooking beberapa hari sebelum Pemkab memutuskan lockdown bandara. 

"Kami bingung karena petugas bilang, nanti pakai voucher dan ada penambahan uang lagi yang harus kami bayar. Saya seharusnya berangkat ke Makassar tanggal 30 Maret, tapi ternyata karena merebaknya virus corona, makanya tidak ada pesawat yang terbang termasuk sriwijaya. Kami mau uangnya dikembalikan secara utuh," kata Rianto yang merupakan salah satu calon penumpang di Bandara Mosez Kilangin, Kamis (26/3/2020).

Pantauan Salam Papua, hal yang sama juga disampaikan oleh beberapa calon penumpang lainnya. Dominan diantara mereka menginginkan pengembalian uang secara utuh. 

Sedangkan Branch Manager Sriwijaya Air, Timotius Yuda menjelaskan bahwa rfund voucher merupakan kebijakan dari head officer Sriwijaya dan merupakan kewajiban yang harus dilakukan dalam menangani pembatalan penerbangan. Namun, perlu diketahui bahwa hal ini terjadi lantaran adanya putusan bersama Pemkab Mimika guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19 atau Corona. 

"Kami buka layanan di bandara dari jam 08.00 sampai jam 12.00 WIT. Layanan dibuka dalam jangka waktu atau hari sesuai banyaknya jumlah penumpang yang ada dalam reserfasi kami," kata Timotius. 

Ia menyampaikan bahwa, jumlah calon penumpang yang ada dalam reserfasi diperkirakan mencapai ratusan orang. Prosedur pengembaliannya adalah semua tiket bisa direschedule ke jadwal penerbangam Sriwijaya di atas tanggal 9 April dan disesuaikan dengan kelas yang avilable. Selain itu Sriwijaya juga berlakukan refund voucher, berarti para calon penumpang nantinya akam miliki saldo guna membeli tiket. 

"Voucher itu berlaku selama enam bulan dari tanggal penerbitannya. Itu berlaku bagi calon penumpang yang sudah membeli tiket dan nominalnya tercantum sesuai kelas. Berarti vouchernya berbeda beda," ujarnya.

Refund voucher tentunya akan ada penambahan uang yang harus dibayar. Itu tergantung pada nilai voucher. Dalam artian, jika kemudian hari si calon penumpang memilih terbang dan menukar voucher tersebut, lalu jika ada selisih maka akan ada biaya tambahan. Sebaliknya, jika harga tiket sama dengan nilai voucher, maka tidak akan ada penambahan uang. 

"Selama kelasnya available, berarti tidak akan ada penambahan uang. Penumpang-penumpang kita itu tujuanya ke Jayapura dan ke Makassar," katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a comment