Gaji Tidak Dipotong, Guru – Guru Harus Tetap Memantau Anak, Tugas Harus Dikerjakan

Bagikan Bagikan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni Usmani. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni Usmani mengimbau para guru agar tetap menjalankan tugas meskipun bekerja dari rumah.

“Guru –guru harus tetap memantau anak – anak karena gaji mereka kan tidak dipotong, gajinya tetap jalan dan kerja dari rumah,” ujar Jeni kepada awak media, Rabu (25/3/2020)

Ia menjelaskan bahwa terkait kerja maupun belajar di rumah dengan menggunakan sistem Online untuk Kabupaten Mimika merupakan barang baru, sehingga ia mengimbau kepada sekolah agar jangan terlalu memaksakan anak dengan menggunakan sistim online.

“Pendidikan itu proses, jadi jangan melakukan sesuatu tanpa perencanaan. Kami dari dinas sudah mengirim format untuk penugasan ke siswa secara manual, dan itu sesuai dengan situasi dan kondisi kita di sini, jadi kita tidak bergantung dengan internet. Ini juga waktunya bagaimana orang tua di rumah mengontrol dan memastikan anak harus belajar di rumah,” katanya.

Menurutnya, menggunakan sistim online tentu terkadang terdapat beberapa kendala misalnya lampu padam, kemudian lowbat maka itu akan sangat berpengaruh dengan pembelajaran. Sehingga menurutnya pembelajaran juga harus ada proses terukur.

“Semua sekolah harus memberikan tugas sehingga nanti masuk sekolah akan ditindaklanjuti dengan evaluasi dari pihak dinas juga karena sebelumnya sudah diberikan edaran mengenai model penugasan,” ujarnya.

Karena kata Jeni, daya serap anak menjadi hal yang sangat penting, bukan hanya anak mengerjakan soal, karena misalnya jika anak belajar menggunakan link, harus jelas link yang mana. Jika link sekolah maka harus ada feedback dari guru.

“Jadi kalau online juga guru perlu tau dari mana kalau anak itu yang kerja, jangan sampai orang tua yang kerja. Ingat yang utama dalam pembelajaran adalah daya serap anak,” ujar Jeni.

Kemudian anak belajar di rumah dan guru bekerja di rumah sampai tanggal 9 April, tetapi misalnya ada lewat libur lagi maka pihaknya mengimbau untuk anak – anak bisa mengirim tugas lewat WA guru bidang studinya sehingga guru bisa mengontrol anak benar kerja tugas atau tidak.

“Kita juga tidak bisa memaksakan sistem online karena ekonomi masyarakat beda – beda, jadi kita bisa punya alternative lainnya yakni manual,” tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment