Gereja Katolik Di Teluk Wondama Hentikan Sementara Ibadah Misa

Bagikan Bagikan
Pemuda Gereja Kristen Injili Klasis Sorong melakukan doa bersama untuk pemulihan bangsa Indonesia. (Foto-Antara)

SAPA (TELUK WONDAMA) -  Gereja Katolik Stasi Santo Laurensius Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, meniadakan sementara peribadatan misa hari minggu untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau COVID-19 di daerah tersebut.

Ketua Stasi Santo Laurensius Wasior Benni Borlak di Wasior, Selasa (24/3), menyebutkan, ibadah bersama di gereja ditiadakan terhitung mulai 21 Maret hingga 2 April 2020. Hal itu dilakukan menindaklanjuti surat edaran Keuskupan Manokwari-Sorong untuk pencegahan COVID-19.

“Mohon bantuannya untuk menyampaikan kepada semua umat yang belum sempat menerimanya,“ ucap Santo Laurensius.

Pihaknya menganjurkan warga jemaat terutama Katolik melakukan ibadah di rumah masing-masing atau mengikuti misa secara live streaming dari Gereja Katolik Santo Agustinus Manokwari.

Selain peribadatan di gereja, Dewan Stasi Santo Laurensius juga membatalkan semua kegiatan gerejawi lainnya hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu sejalan dengan imbauan pemerintah untuk melakukan pembatasan interaksi sosial (social distancing).

ANTARA memantau, di Kota Wasior, hanya gereja Katolik yang meniadakan ibadah hari minggu. Denominasi gereja lain masih menjalankan peribadatan seperti biasa, namun di beberapa gereja, umat yang akan beribadah dilakukan pemeriksaan suhu tubuh oleh tim dari Gugus Tugas Penangangan COVID-19 Kabupaten Teluk Wondama.

Saat ini belum ditemukan pasien terkonfirmasi positif terjangkit COVID-19 di daerah tersebut, orang dalam pemantauan (ODP) ada 5 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) masih kosong. Meskipun demikian, pemerintah daerah terus melakukan langkah pencegahan serta antisipasi penanganan.

RSUD Teluk Wondama telah dipersiapkan untuk menangani pasien terjangkit. Ruang isolasi telah dipersiapkan termasuk alat pelindung diri (APD) serta fasilitas lainya.

Bupati Teluk Wondama, Bernadus Imburi pun telah mengambil langkah tegas terhadap aparatur sipil negara (ASN) di daerah tersebut. Tidak boleh ada ASN yang keluar daerah selama masa siaga.

Untuk mendukung penanganan COVID-19, Pemkab Wondama pun mengucurkan anggaran tak terduga sebesar Rp1,5 miliar untuk kerja Gugus Tugas COVID-19 serta pengadaan peralatan yang dibutuhkan. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment