Harga Telur, Jahe Merah Dan Tomat Mendadak Naik, DPRD Usulkan Cabut Izin Distributor

Bagikan Bagikan
Ketua DPRD Mimika bersama beberap anggota dewan saat melakukan sidak di Pasar Sentral.

SAPA (TIMIKA) -  Pandemi virus corona merebak hingga pemerintah memutuskan tutup sementara akses mobilisasi khusus penumpang di Bandara Mozes Kilangin dan Pelabuhan Poumako.
 

Sayangnya kebijakan dengan tujuan menyelamatkan nyawa manusia ini dijadikan kesempatan untuk menuai keuntungan  berlipat ganda oleh  sebagian pengusaha di Mimika khususnya di bidang pendistribusaian sembako. Dimana, sejak dua hari lalu  harga telur ayam di beberapa pasar lokal melonjak drastis hingga Rp 150 ribu per raj. Jahe merah Rp 200 ribu per kg. Tomat Rp 40 hingga Rp 50 ribu per kg. Cabai Rp 60 ribu per kg. Bawang merah dan bawang putih Rp 60 ribu per kg. 

Beberapa pedagang di Pasar Sentral mengaku bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut murni berlaku dari para distributor, sehingga untuk memperoleh keuntungan para pedagang juga menaikan harga ke konsumen. 

“Kita naikan harga, karena kita juga beli mahal dari distributor atau agen. Kami juga punya perhitungan untuk mendapat keuntungan sedikit. Apalagi kami di pasar ini ada bayar pajak,” ujar Mustika selaku pedagang sembako saat dikunjungi DPRD Mimika, Rabu (25/3/2020).

Menanggapi kenaikan ini Ketua DPRD Mimika, Roby Kamaniel Omaleng mengatakan secepatnya berkoordinasi bersama Disperindag agar  memanggil seluruh distributor ataupun bersama-sama DPRD melakukan sidak. 

Menurut dia, jika perlu, Pemkab harus memberikan sanksi berat dengan mencabut  izin usaha dari setiap distributor tersebut.

“Kami lakukan sidak ke Pasar Sentral dan menemukan adanya kenaikan harga beberapa bahan pokok seperti telur, cabai, jahe dan bawang. Kalau kenaikan yang wajar, masih bisa dipahami. Tapi kalau sudah terlalu melonjak, berarti sangat disayangkan harus terjadi dalam situasi seperti saat ini,”  kata Roby usai melakukan sidak. 

Menurut dia,  putusan penutupan operasional di bandara dan pelabuhan hanya untuk mobilisasi penumpang. Sedangkan untuk logistik tetap dibuka, tapi dalam pengawasan. Dengan demikian, persediaan bahan makanan di Mimika akan tetap aman dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Karena itu, diharapkan agar semua distributor dan pedagang tidak menjadikan kesempatan ini untuk menaikan harga sembako secara sepihak. 

“Penutupan sementara ini ini untuk persoalan keselamatan nyawa manusia, tapi kenapa ada orang yang memanfaatkan kesempatan untuk keuntungan pribadi?. Kalau harga telur naik itu sangat tidak wajar, karena pasokan telur di Mimika tidak di datangkan dari luar, tapi dalam Timika sendiri,” tuturnya. 

Sedangkan Anggota DPRD Mimika, Daud Bunga mengatakan kenaikan beberapa bahan pokok tersebut merupakan sesuatu yang tidak wajar. Karena itu, diharapkan agar seluruh distributor tidak menjadikan situasi pandemi covid-19 sebagai momen untuk menaikan harga barang. 

Ia juga mengharapkan adanya proteksi cepat dari Pemkab melalui dinas terkait agar memberikan tindakan kepada para distributor, sehingga semua harga kebutuhan pokok masyarakat tidak dinaikan secara sepihak. 

“Keputusan lockdown ini karena persoalan kemanusiaan. Jangan kita manfaatkan untuk mengambil keuntungan. Masyarakat harus mendukung apa yang dilakukan pemerintah. Jangan menambah persoalan baru,” kata Daud.

Pantauan Salam Papua, saat sidak Ketua DPRD didampingi oleh beberapa anggota dewan seperti Daud Bunga, Herman Gafur dan Rizal Pata’dan. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment