Inilah 37 Karyawan Baru YPMAK, 46 Persen Amungme Kamoro

Bagikan Bagikan
Ketua YPMAK, Vebian Magal (Foto: SAPA/Jefri Manehat) 

SAPA (TIMIKA)- Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) mengumumkan hasil seleksi karyawan baru YPMAK. 

Sebanyak 37 karyawan lulus seleksi dan menjadi karyawan baru YPMAK yang diseleksi oleh mitra penyelenggara calon karyawan YPMAK pada satu bulan yang lalu.

Ketua Yayasan, Vebian Magal dalam jumpa pers, Selasa (31/3/2020) menjelaskan 37 karyawan tersebut mayoritad dari Suku Amungme dan Kamoro sebagai masyarakat hak ulayat di Kabupaten Mimika, disusul 5 suku kekeerabatan, Papua dan non Papua. Presentasinya, Amungme dan Kamoro 46 persen, 5 suku kerabat 19 persen, Papua 19 persen dan non Papua 16 persen

Vebian menjelaskan, 37 karyawan baru ini merupakan hasil seleksi yang sesuai dengan kebutuhan Yayasan. Dari 37 itu, 13 karyawan sebagai kepala devisi, 24 karyawan dengan posisi staf. Para karyawan yang lolos seleksi ini, dipastikan memiliki kinerja yang baik.


Hasil Seleksi Karyawan Baru YPMAK. (Foto: SAPA/Jefri Manehat)

Berikut nama 37 karyawan yang lolos seleksi.
1. Janis Miagoni
2. Kristianus Ukago
3. Onny Wiranda
4. Robertho Kailey 
5. Yeremias Isak Imbiri
6. Oktovina Veggi Ukapoka
7. F. Katati 
8. Ronaldus Ningmabin 
9. Yohanis Agustinus Tipagau 
10. John R. Ohowirin 
11. Brigida Cresentia Ohim
12. Aji Pramudianto
13. Kefas Kegakoto
14. Feri Magai Uamang
15. Martinus Pigome
16. Irma Siep
17. Edison Wanggai
18. Fransinety Fatin Tiwow
19. Sisko Situmorang 
20. Rudolf Wantik 
21. Marice Ludia Korwa 
22. Fransiskus X Wanmang 
23. Fredy Matamoka
24. Susana Horik
25. Hengky Wonsiwor
26. Gracia Dolce Clara Leisubun
27. Marina Beanal
28. Billy Enerson korwa
29. F. Dwijayanti Sianipar
30. Niken G. Keiya
31. Novita C. Rumboirusi
32. Dionisius Lewi Burdam
33. Bernadus Thomas Sirwutubun
34. Riana Wadibar
35. Lambertinus Hendrikus Moyao
36. Bernadetta Tarigan
37. Ester Rika Agustina Komber

 “Hasil itu sebagian besar merupakan karyawan lama eks karyawan masih berstatus lembaga, dan sebagian besar merupakan karyawan baru, hasilnya  imbang antara karyawan yang lama dan baru,” tuturnya. 

“Hasil itu bukan kami yang putuskan namun merupakan hasil dari mitra penyelenggara seleksi. Kami hanya mengumumkan, kalau ada pro dan kontra itu merupakan hal biasa. Kami berharap semua pihak dapat menerima keputusan dan hasil yang dikeluarkan,” sambungnya. 

Sebagai Ketua Yayasan, Vebian berharap semua pihak dapat mendukung YPMAK kedepan sehingga yayasan ini lebih baik melalui mitra penyelenggara program. Yayasan hanya melaksanakan perencaasn, fungsi anggaran dan pengawasan. Terhadap program akan dilaksanakan oleh mitra, tidak oleh yayasan.

Dengan status baru sebagai Yayasan, Vebian mengatakan karyawan yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan dengan masih berstatus Lembaga. Sifat yayasan sebagai donator bukan penyelenggara program, sehingga karyawan harus dikurangi sesuai dengan kebutuhan yayasan. Tentunya ini juga akan berdampak pada skemanya (berubah), namun fokus pelayanan tidak berubah, tetap fokus untuk melayani masyarakat yang berpedoman pada 3 kebutuhan dasar yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

3 komentar:

  1. Stop jual 2 suku Amungme dan Kamoro.
    atas kepentingan Berbagai macam suku Bangsa yang Mendiami di timika.
    Stop.... stop.... stop....
    2 Suku A.K.

    ReplyDelete
  2. Kalau kita yg tidak lolos nama ini nanti di apakan coba kaka febian jelaskan dulu kalau bisa taru nama" yang tidak lolos itu bisa isihkan ke staf" untuk jadi kariawan.

    ReplyDelete
  3. Kesempatan itu datang satu kali
    Tidak pernah ada terus
    Gunakan baik.
    Segala kepercayaan itu sangat penting.
    Ada waktu untuk senang ada waktu untuk susah dan sedih.
    Semua Tuhan Sudah di Atur.
    Oleh karena itu.
    Menjaga kebersamaan, menjaga kepercayaan dan kerja sama yang baik.
    Amole Nimaowitimi..

    ReplyDelete