Kenaikan Harga Telur Tindakan Oknum Tidak Bertanggung Jawab

Bagikan Bagikan
Kepala Disnak Kabupaten Mimika, Yosefin Sampelino. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Mimika, Yosefin Sampelino menegaskan kenaikan harga telur yang kini dirasakan oleh masyarakat merupakan tindakan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Jadi mengenai harga telur naik di pasar itu kelakuan dari oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab, karena telur dari kandang kami itu harganya Rp. 55 ribu jadi seharusnya dipasar itu harga hanya Rp. 60 ribu  sampai 65 ribu. Kami akan dilakukan  sidak kepada orang – orang yang memanfaatkan kesengsaraan rakyar ini untuk mencari keuntungan yang sebesar – besarnya,” kata Yosefin saat diwawancarai awak media, Rabu (25/3/2020).

Ia mengatkan akan diusahakan untuk ada sidak bagi yang menjual dengan harga tinggi kemudian pihak Disperindag tidak akan diam dan akan dilakukan tindakan hukum.

“Yang jelas dari kandang hanya Rp. 55 ribu  dan jika ada agen yang berani menaikan harga, kami akan telusuri. Yang jelas bahwa yang bisa kami control dan awasi adalah dari kandang. Kalau sudah di pasar itu bukan wewenang kami. Intinya jika di jual dari kandang harganya tinggi maka kami akan tindak mereka yang menjual,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa hingga kini produksi telur masih aman dimana setiap hari mencapai 10 hingga 11 ton dan tidak mengalami kelangkaan.(Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment