Pedagang Di Sekitar Bandara Sentani Keluhkan Sepi Pembeli

Bagikan Bagikan
Jalan masuk Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua tampak lenggang. (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA) - Para pelaku usaha pedagang kios, pinang dan rumah toko (ruko) yang berjualan di sekitar kawasan Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua mengeluhkan sepinya pembeli pascapenutupan sementara aktivitas penerbangan udara dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe dalam upaya pencegahan virus corona mulai 26 Maret hingga 9 April 2020.

Suhartono, salah satu pedagang kios di kawasan Bandar Udara kepada Antara di Sentani, Kamis, mengeluhkan sepinya pembeli karena dampak dari penutupan sementara angkutan penumpang udara di  Bandara Sentani.

"Tidak seperti biasanya, kalau Bandara Sentani beroperasi biasa banyak peumpang yang belanja di kios, kebanyakan mereka beli air minum dan makanan ringan," katanya.

Suhartono mengatakan namun setelah keputusan penutupan sementara Bandara Sentani pembeli mulai menurun dan berdampak turunnya pendapatan.

Ia mengaku, kiosnya menjual beragam jenis makanan ringan, biskuit, coklat, beragam jenis botol air minum seperti aqua dan aquala baik botol besar dan kecil.

Hal serupa juga disampaikan, Hasni salah satu pemilik rumah toko di sekitar jalan keluar Bandara Sentani.

Menurut dia, pembeli di ruko miliknya mulai berkurang sejak ada keputusan penghentian sementara penerbangan penumpang pesawat dan keputusan Pemerintah Kabupaten Jayapura yang melarang warga mengurangi aktifitas diluar rumah akibat wabah virus corona.

"Parahnya lagi, saat penutupan sementara Bandar Udara Sentani, nyaris tidak ada lagi orang yang belanja," ujarnya.

Biasanya, lanjut dia, ruko miliknya ramai didatangi penumpang pesawat terbang yang hendak berangkat untuk belanja makanan ringan.

"Biasanya penumpang membeli biskuit dan rokok untuk dibawa berangkat,"ungkapnya

Keluhan sepinya pembeli juga disampaikan mama Mina, salah satu pedagang pinang yang setiap hari berjualan pinang di trotoar jalan keluar Bandara Sentani.

"Kalau Bandara Sentani beroperasi itu saya punya pinang laris manis. Banyak orang-orang Papua yang mau berangkat yang singgah untuk beli pinang," katanya.

Namun, menurut dia, semenjak hari pertama penutupan Bandara Sentani, pembeli menurun dari pagi sampai sore ini sepi pembeli.

Sebelumnya, pada Selasa (24/3) Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, mulai 26 Maret hingga 9 April 2020, akses orang atau penumpang baik melalui laut maupun udara akan ditutup sementara, guna mencegah penyebaran virus corona di Papua.

Pada Rabu (25/3), pejabat sementara GM Bandara Sentani Anthonius Praptono mengatakan Otoritas Bandara Sentani, Papua, menutup sementara aktivitas angkutan penumpang mulai Kamis (26/3) hingga 9 April 2020 sebagai upaya pencegahan wabah COVID-19.

Hari pertama penutupan sementara aktivitas angkutan penumpang mulai Kamis (26/3) hingga 9 April 2020, kawasan Bandara Sentani tampak sunyi karena ketiadaan pelayanan penumpang udara akibat penutupan sementara penerbangan udara di bandara Papua.(Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment