Tujuh Anggota Jamaah Tabligh Dari Gowa Tidak Sehat Di Tarakan

Bagikan Bagikan
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan, Devy Ika Indriana (kanan). (Foto-Antara)

SAPA (TARAKAN) - Gugus Tugas Percepatan Penangganan COVID-19 Tarakan sudah melakukan pengawasan kepada anggota jamaah Tabligh Akbar dari Gowa, Sulawesi Selatan, dengan mendata 16 orang di Mesjid Al Barokah.

“Sebanyak 14 orang merupakan penduduk Kota Tarakan dan 2 orang berasal dari luar Tarakan. Dari pendataan dan skrining yang dilakukan oleh Puskesmas Juata didapatkan hasil 7 orang tidak sehat dan mengalami batuk pilek,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan, Devy Ika Indriana di Tarakan, Rabu.

Jamaah yang sakit sudah mendapatkan perawatan kesehatan dan masker dari Puskesmas Juata dan akan dilakukan pemantauan kesehatan secara rutin.

Data jamaah Tabligh Akbar yang melaporkan diri dan informasi warga yang melaporkan ke hotline sebanyak 8 orang yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Tarakan.

“Pemantauan kedatangan jamaah Tabligh Akbar yang sudah di rumah harus melakukan isolasi diri dengan tetap tinggal di rumah sampai dengan 14 hari ke depan setelah kedatangan di Kota Tarakan,” kata Devy.

Saat ini jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Tarakan sebanyak 7 orang, dimana jumlah PDP yang negatif sebanyak 2 orang sedang yang masing dalam perawatan 5 orang.

Sebanyak 14 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan dinyatakan sehat serta mendapatkan surat keterangan sehat dari Puskesmas.

“Masyarakat yang melaporkan diri ke hotline Dinas Kesehatan setelah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit, tanpa gejala dengan kondisi sehat sebanyak 245 orang dan akan terus dilakukan pemantauan,” kata Devy.

Kemudian yang kontak erat risiko tinggi dua orang dan dilakukan karantina di rumah dan pemantauan kondisi kesehatan.(Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment