Warga Berebut dan Borong Telur Murah Langsung Dari Peternak

Bagikan Bagikan
Suasana warga saat memborong telur. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) – Warga Mimika berbondong – bondong memborong telur yang dijual langsung oleh Himpunan Peternak Unggas Lokal Timika Binaan Dinas Peternakan Kabupaten Mimika di bilangan Jalan Hasanudin, Rabu (25/3/2020).

Himpunan Peternak ini terpaksa harus turun langsung menjual di lapangan lantaran mendengar berbagai keluhan masyarakat terkait harga telur yang melambung tinggi secara tiba – tiba di pasaran.

Agustinus Manda, Kabid Bina Usaha Disnak Mimika menjelaskan hal tersebut berdasarkan informasi yang diterima oleh Disperindag bersama dengan para peternak kemudian hasil tinjau langsung ke lapangan bahwa dengan adanya situasi Covid – 19 ada beberapa pedagang yang mengambil keuntungan.

“Ada beberapa pedagang yang membeli telur dari peternak kandang, mereka menimbun dan menjual telur ke kios – kios sehingga ada yang saya tanya ke penjual, mereka ambil dengan harga Rp 75 ribu sehingga mereka harus menjual sampai Rp. 100 ribu hingga Rp 120 ribu per rak.

Ia pun menuturkan bahwa berdasarkan hasil survey, penjual merahasiakan siapa pedagang yang bermain didalamnya. 

“Mereka hanya bilang bahwa kami beli dengan harga mahal sehingga kami harus jual lagi seperti ini,” kata Agustinus.

Tetapi Agustinus mengatakan bahwa dengan menjual harga sedemikian mahalnya maka hal tersebut sudah menyengsarakan masyarakat.

“Perlu diketahui bahwa telur yang dijual dari pembinaan peternak termasuk YJM itu semua totalnya 10  ton perhari sehingga kami juga kaget  kalau telur bisa langka, ternyata ada beberapa pedagang yang main,” ujarnya.

Sehingga untuk mengatasi kelangkaan telur, Disperindag meminta secara langsung hari ini, peternak bersatu  untuk menjual telur dengan harga yang sepantasnya.

“Kalau yang kami sepakati bahwa harga telur yang ambil di kandang,  Rp. 55 ribu hingga Rp. 65 ribu per rak, tidak mengalami perubahan. Kami turun langsung agar masyarakat bisa merasakan juga ada turut campur tangan dari pemda melalui Disnak,” katanya.

Ia menjelaskan telur yang dijualkan untuk hari Rabu (25/3/2020) sebanyak 264 rak yang dijual Rp. 60 ribu satu raknya dan penjualan tersebut akan dilakukan beberapa hari ke depan.

“Ke depan kami juga berharap ada tim dari Pemda baik dari gabungan Satpol PP untuk kita sidak sama – sama, supaya kita bisa tahu pedagang – pedagang yang nakal,” tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment