Bupati Mimika Minta Semua Warga Yang Kontak Dengan Pendeta Yang Ikut Kegiatan di Lembang Agar Periksakan Diri ke RSUD

Bagikan Bagikan
Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, didampingi Wabup Mimika, Johannes Rettob, Pj Sekda Mimika, Marthen Paiding
memberikan ketrangan kepada wartawan usia telekonferensi bersama Mendagri. (Foto: SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Bupati  Mimika, Eltinus Omaleng pada Jumat (3/4/2020) mengungkapkan bahwa kasus Covid-19 hari ini yang menyebar di Mimika merupakan kasus import dari kluster Lembang Jawa Barat dan Jakarta.

Bupati Omaleng kepada wartawan di Kantor Puspem Kabupaten Mimika, menerangkan  dengan adanya  pembatasan akses masuk ke Timika,  satu persatu pasien dalam pengawasan (PDP) orang dalam pemantauan (ODP) serta Orang Tanpa Gejala (OTG) mulai ditemukan.

Bahkan kata Bupati saat ini sudah ada 3 orang positif terpapar Covid-19.  Penyebaran Covid-19 di Mimika Bupati Omaleng sebut berawal dari mereka yang mengikuti kegiatan sidang Jemaat Gereja GBI di Lembang, dan satunya lagi merupakan kasus import dari Jakarta.

Tambah Omaleng, dari penyelidikan tim, jaringan yang terpapar Covid-19, PDP, maupun ODP dan OTG merupakan satu jemaat di Timika, yang mana berawal dari kegiatan di Lembang.

"Saya minta kepada masyarakat yang pernah kontak dengan  pendeta yang sudah meninggal seusai pulang dari kegiatan di Lembang jangan takut, laporkan diri kepada Pemerintah melalui Tim Satuan Gugus Tugas penanganan Covid-19, entah itu yang masih sehat atau sudah punya gejala segera melaporkan diri," ungkap Bupati Omaleng. 

Termasuk masyarakat Mapurujaya sebanyak 25 orang yang pernah mendegarkan khotbah sebelum pendeta itu meninggal, wajib periksakan diri.

"Hari ini yang positif Covid-19 juga pergi melayat dan mengikuti  pemakaman seorang pendeta. Yang pernah kontak dengan pendeta, alangkah baiknya segera periksakan diri ke rumah sakit ," tutur Bupati Omaleng.

Dijelaskan, kasus PDP hari ini sebanyak 32 orang,  ODP sebanyak 22 orang, sedangkan OTG dengan jumlah 78 orang. OTG kata Bupati merupakan pihak keluarga yang pernah kontak dengan almarhum namun belum punya gejala.

PDP dan ODP serta OTG merupakan jaringan dari dua kluster itu, yakni Lembang dan Jakarta dan dominan dari kluster Lembang. 

Omaleng mengungkapkan saat ini pasien yang dirawat di RSUD Mimika sebanyak 11 orang, sedangkan jumlah sampel yang diperiksa sebanyak 5 orang,  dengan hasil 3 lositif dan 2 negatif.

"Hari ini 7 sampel di kirim ke Jayapura, 5 orang untuk memastikan ulang dan 2 sampel untuk konfirmasi ulang untuk memastikan sehat atau tidak.  Jika dinyatakan sehat maka pemerintah akan mengeluarkan surat bahwa mereka sudah sembuh," tutur Bupati.

Sebelumnya, Juru Bicara Tim Satuan  Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19  Kabupaten Mimika, Reynold Ubra menerangkan  kasus Covid-19 yang terjadi hari ini di Kabupaten Mimika memiliki hubungan yang erat satu dengan yang lain.

"Kami melakukan tracing kontak terhadap pasien 03 positif covid-19. Setelah melalukan pendalaman ternyata pasien 03, 02 positif covid-19 punya hubungan erat, " ujarnya.

Pasien 03, 02 kata Rey juga memiliki hubungan dengan kegiatan yang di Lembang.

Kasus yang terjadi di Mimika saat ini merupakan kasus import dari Lembang,  dan pastinya kasus ini kata Rey akan terus berkembang.
 (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a comment