Dinkes Ancam Copot Tenaga Medis Yang Keluhkan Honor Khusus Layanan Selama Pandemi Covid-19

Bagikan Bagikan
Pertemuan bersama DPRD. Foto: (SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Ubra ancam mencopot tenaga medis yang selalu bersungut-sungut lantaran mempersoalkan honornya selama pelayanan covid-19 di Mimika.


Menurut dia, defenisi tenaga kesehatan adalah "Pengabdi". Dengan demikian, selaku Kadinkes, ia mengaku tidak akan segan-segan mencopot tenaga medis terkait jika diketahui mempersoalkan honor di tengah bencana ini. 


Sedangkan Reynold Ubra sendiri memilih untuk mengembalikan honornya itu kepada negara. Sebab, pengabdian di masa pandemi wabah berbahaya ini adalah pengabdian yang mulia, sehingga honornya harus dijadikan persembahan kepada Tuhan melalui masyarakat yang membutuhkannya.


" Saya paling tidak suka kalau ada tenaga medis bersungut sungut menuntut honor khusus selama pandemi covid-19. Jujur secara pribadi saat ini saya paling bahagia, karena Tuhan memberikan kesempatan untuk saya belajar di tengah-tengah covid-19 ini. Saya juga sudah janji untuk tidak terima sepeserpun honor saya dan akan kembalikan untuk negara. Silahkan cek ke bendahara saya apakah saya ikut menandatangani honor atau tidak?," ungkap Reynold saat pertemuan bersama kelompok 01 Tim Satgas pemgawasan penanganan covid-19 DPRD Mimika, Rabu (13/5/2020).


Dijelaskan Pemkab Mimika kecewa lantaran ada petugas medis tidak pernah jalankan tugasnya di wilayah pegunungan, tetapi tetap menerima tunjangan dengan utuh. Selain itu, insentif tetap diterima sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan RI. Akomodasi, makan dan minum untuk pelayanan selama pandemi dibayar oleh Pemerintah.

"Kalau itu bertugas di Shelter, maka siapapun dia, tetap akan saya keluarkan. Sebagai pembina untuk tenaga kesehatan, kami bisa cabut surat izin tugasnya," ungkapnya. 

Tim medis yang bertugas di Shelter adalah petugas yang selama ini ditempatkan di Tsinga, Hoya, Aruanop dan Jila. Mereka ditugaskan di Shelter sebagai bentuk apresiasi agar mereka punyai akreditasi dan mengetahui bagaimana cara pengendalian infeksi, bekerja sama kolaborasi besar dengan RSUD di bawah Dokter spesialis serta skil dan pengetahuan lainnya.

"Uang itu hari ini diterima, maka hari ini juga habis, tapi ilmu pengetahuan itu akan dibawah sampai mati atau sampai daging menjadi tanah," jelasnya.

Sebelumnya keluhan tenaga medis terkait honor khusus disampaikan kepada anggota DPRD saat melaksanakan monitoring. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a comment