Polisi Amankan Oknum Ketua RT 'Nakal' Saat Penyaluran Bantuan Sembako Di Mimika

Bagikan Bagikan
Kasat Reskrim AKP Burhanudin Hanafi, SIK,MH. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Dalam penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat dalam situasi Pandemi Covid - 19, pihak kepolisian bertugas untuk mengawasi proses penyaluran tersebut.

Dalam pengawasan, Polisi menemukan oknum Ketua RT 'nakal' saat melaksanakan penyaluran Bansos kepada masyarakat.

Dimana penyalurannya tidak merata atau bahkan ada item dalam paket sembako yang tidak tersalurkan dengan baik. 

"Saya tidak terlalu hafal dari RT mana, namun datanya sudah ada, kita sudah amankan oknum Ketua RT tersebut tadi malam dan kita sudah mintai keterangan," jelas Kasat Reskrim AKP Burhanudin Hanafi, SIK,MH kepada awak media, Kamis (21/5/2020).

Ia menjelaskan contoh pelanggaran yang dilakukan oleh oknum ketua RT tersebut adalah satu paket seharusnya lengkap ternyata ada yang kurang, kemudian ada masyarakat yang sudah di data namun tidak kebagian.

"Sebagai Contoh satu paket ada 7 macam Sembako, dia ambil 2 atau 3 macam, kemudian warga yang harusnya dapat tapi ternyata tidak dapat. Dan kita mendapatkan laporan tersebut kemudian kita tindak lanjuti di lapangan ternyata itu benar," ujarnya.

Lanjut Kasat Reskrim, dengan pelanggaran tersebut akhirnya banyak yang tidak tersalurkan dan beberapa masyarakat juga tidak mendapatkan sembako.

"Berdasarkan petunjuk dari bapak Kapolres akhirnya barang yang ada di oknum ketua RT itu kita amankan di Polres. Namun Kapolres minta kita harus bijaksana. Kalau diproses hukum maka sembakonya masyarakat tidak akan dapat," katanya.

Sehingga, barang yang ada di rumah oknum RT tersebut langsung di amankan ke Polres Mimika selanjutnya di kembalikan kepada RT tersebut untuk disalurkan ke masyarakat yang belum mendapatkan sembari di kontrol ketat oleh pihak Kepolisian.

"Kita amankan barangnya kemudian  sesegera mungkin  kita kembalikan untuk disalurkan sembako yang kurang di lengkapi, yang belum di berikan," jelasnya.

Hingga kini pihak kepolisian baru mendapatkan satu orang oknum ketua RT yang melakukan tindakan pelanggaran saat menyalurkan bantuan.

"Inisialnya saya tidak hafal, jika masuk dalam proses pidana maka ada unsur penggelapan namun kembali lagi, ini situasi Covid - 19, kami memberikan kebijakan untuk dikembalikan karena kalau kita proses hukum barang itu akan stak di kita dan masyarakat tidak bisa menerima bantuan," jelasnya lagi.

Ia mengatakan pihaknya juga harus segera melaksanakan dengan rasa kemanusiaan, namun tetap oknum RT tersebut di pantau sehingga kedepannya jika masih melakukan hal yang sama maka akan diproses hukum yang tegas.

Kasat Reskrim mengatakan baru akan melaporkan ke pihak pemda karena oknum ketua RT tersebut baru diamankan dan di mintai keterangan tadi malam (Rabu malam - red).

"Hari ini saya harus sampaikan ke Kapolres biar cepat kita tindak lanjuti karena ini kebutuhan pokok tidak boleh ada di kita lama - lama karena bisa jadi masalah dan akan lama tersalurkan ke masyarakat," tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar