Sejak Covid-19 Muncul, PT Freeport Perketat Wilayah Portsite Guna Mencegah Penyebaran Ke Masyarakat Kamoro

Bagikan Bagikan
Foto Bersama usai pertemuan di DPRD. (Foto: SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) - VP Hubungan Pemerintahan PTFI, Jhoni Lingga mengatakan sejak wabah covid-19 merebak dan mulai ditemukan di Mimika termasuk di wilayah pertambangan di Tembagapura, PTFI telah melakukan upaya pencegahan di portsite guna mencegah terjadinya penyebaran kepada masyarakat Kamoro yang ada disekitarnya.

"Intinya sejak awal wabah ini muncul penjagaan di portsite diperketat seperti di wilayah lainnya. Ini supaya jangan sampai ada masyarakat sekitar yang terpapar wabah berbahaya ini," katanya.

Selain itu, saat ini jumlah tenaga kerja atau karyawan yang tersisa di wilayah Portsite hanya 50 persen dari jumlah saat situasi normal. Yang dilakukan adalah PTFI membentuk tim darurat yang terdiri atas kurang lebih 200 orang dari sekitar 700an yang sebelumnya. 200 orang itu sebelumnya melalui rapid test dan dinyatakan negatif.

Selanjutnya, untuk menggantikan 200 pekerja tersebut, maka dilakukan seleksi atau rapid test bagi 200 pekrja baru untuk ditempatkan di wilayah portsite.

" 200 orang itu ditugaskan di Portsite selama enam minggu dan tinggal tanpa harus pulang ke Timika atau ke Kuala Kencana. Kalaupun mereka pulang, harus melalui rapid test. Kalau hasilnya positif, maka diisolasi di mile 38. Itu semua kami laporkan ke Tim Gugus Tugas Pemkab Mimika. Tim itu bergantian tiap enam minggu," ujarnya.

Selanjutnya untuk persoalan pengadaan PCR sebetulnya telah dipesan saat wabah Covid mulai masuk Indonesia. Akan tetapi lantaran dipesan di Korea Selatan, maka urusan bea cukainya harus memakan waktu satu bulan di Jakarta. Selain itu, yang diperbolehkan membeli alat PCR adalah harus merupakan penyedia jasa medis, sehingga karena PTFI yang akan membeli, maka pihak perusahaan PCR meminta persyaratan yang sangat banyak. 

"Belum lagi produksi alat PCR yang bagus itu terbatas dan banyak diborong oleh negara-negara kaya di Timur Tengah. Di Indonesia juga jarang temukan alat itu. Tapi patut bersyukur PTFI bisa dapat dua unit," jelas Jhoni.

Hal ini disampaikan Jhoni guna menanggapi usulan yang disampaikan Tim Satgas Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Mimika saat melakukan pertemuan di kantor DPRD, Senin (18/5/2020). (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar