Pdt. Abraham A.D Manurung, 51 Tahun di Tanah Papua dan 24 Tahun Melayani Tuhan

Bagikan Bagikan
Pdt Abraham A.D. Manurung bersama istri (Foto: Dokumentasi Pdt. Abraham A.D. Manurung)

MENGINJAKAN kaki di Irian Jaya (sekarang Papua-Red) pada 5 Agustus tahun 1968, Pdt. Abraham A.D. Manurung menceritakan saat itu dirinya harus menjalani perjalanan yang sungguh luar biasa menguras fisik bersama rekan-rekan sepekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 38 orang. 

"Perjalanan dengan menggunakan kapal Tokala dari Jakarta menuju Biak sungguhlah sangat berbeda dengan kapal-kapal yang jauh lebih bagus saat ini," kata Pdt. Abraham. 

Pada 14 Desember 1970 Pdt. Abraham bergabung bersama Perusahaan Bethel Incoorporated di Timika dan kemudian bergabung bersama PT. Freeport Indonesia pada 3 April 1973. 

"Sungguh tahun-tahun itu adalah masa yang tidak mungkin saya lupakan, dimana kami harus bekerja di tengah situasi alam Papua yang begitu menantang," kenang Pdt. Abraham. 

"Tahun 1971 kami membawa dump truck dari mill 39 ke mill 74 tail tower dengan cara dump truck tersebut harus di lepas beberapa komponen agar bisa di angkat dengan Trem ke Grasberg. Saat itu setiap hari penuh turun es salju sehingga kesulitan untuk kami bekerja karena tangan kaku dan tidak bisa merasakan apapun. Sangkin dinginnya dan baru kali itu saya rasa biji mata ini seperti tertarik ke luar. Jadi kami harus menyalakan api selama bekerja untuk memanaskan tangan dan tubuh sehingga bisa bekerja kembali. Pada saat tangan kembali mati rasa kami harus kembali memanaskan lagi di tengah api dan itu berulang-ulang kami lakukan sebagai mechanic saat itu," ujarnya. 

ID Card PT Freeport Indonesia pada zaman itu

Pdt Abraham mengatakan, sangat amat banyak pengalaman lain yang kalau diceritakan semuanya, tidak akan cukup Salam Papua menulisnya dalam sehari. 

"Saya mau katakan terutama untuk anak-anak muda yang saat ini sedang bekerja, apapun pekerjaanmu, sesulit apapun pekerjaanmu, tetaplah berjuang karena hidup itu memang tentang perjuangan," tuturnya. 

Ditegaskan, apa pun yang dialami saat ini di tengah pandemik Covid-19 bukan menjadi halangan untuk semua bisa hidup dan sukses.  Kuncinya andalkan Tuhan dalam segala hal. 

"Jangan hidup mengeluh. Lakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab karena pertanggungjawabanmu bukan hanya kepada pimpinan tetapi kepada Tuhanmu yang memberikan semua itu. Bekerjalah seperti kepada Tuhan, bukan kepada manusia," kata Pdt. Abraham. 

Pdt Abraham A.D. Manurung, baris depan kedua dari kanan

"Untuk anak-anakku yang masih mencari pekerjaan, tetaplah bersabar dan berdoa karena waktu Tuhan itulah yang terbaik. Belajarlah mengerti waktu dan cara Tuhan bukan waktu dan cara manusia," tambah Pdt. Abraham. 

Pada Agustus 2020 mendatang, tepat Pdt. Abraham A.D. Manurung menjalani hidup selama 51 tahun di Tanah Papua dan melayani Tuhan sebagai Gembala Jemaat selama 24 tahun sampai hari ini. 

"Tanah Amungsa adalah tanah yang diberkati," ujarnya.

 "Setiap kita yang ada di Tanah Amungsa jangan menyia-nyiakan berkat yang sudah ada. Bersyukur dan bersyukurlah,  berdoalah buat kota dimana kamu tinggal karena kesejahteraan kota itu adalah kesejahteraan kita juga," kata Pdt. Abraham. (YOL)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik net sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik net paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus