Rapid Test Bayar, Warga Papua Yang Terjebak Corona di Mimika Minta Keringanan

Bagikan Bagikan
Surat keterangan kesehatan milik Robert yang masa berlakunya telah berakhir.

SAPA (TIMIKA) – Warga Papua yang bukan penduduk asli Mimika khawatir tidak bisa pulang ke kampung halaman lantaran tidak miliki uang membayar rapid test sebesar Rp 600 ribu. Warga meminta keringanan dari Pemkab Mimika agar bisa jalani pemeriksaan dan mendapatkan surat keterangan kesehatan secara gratis.

Robert Mandibondibo yang merupakan warga Biak mengaku terjebak lantaran covid, sehingga tidak bisa pulang ke Biak. Sebelumnya dia telah menjalani rapid test gratis selama dua kali di Puskesmas Timika. Tapi karena maskapai yang akan digunakan menunda keberangkatan, maka masa aktif surat keterangan perjalananpun berakhir. Selanjutnya, tidak bisa lagi menjalani rapid test, karena tidak memiliki uang.

“Memang saya sebelumnya tercatat sebagai warga Mimika, tapi karena adanya covid-19 dan saya dapat PHK, saya mengurus pindah penduduk ke daerah asal saya di Biak. Bukan hanya saya yang bermasalah, tapi banyak juga warga Biak lainnya yang terjebak di Mimika. Kami sudah tidak ada uang, karena kami tidak kerja lagi dan harus bayar kos dan biaya makan,” ungkapnya saat ditemui depan Kantor Satlantas, Rabu (24/6/2020).

Robert mengaku saat ini ada ratusan orang Biak yang ada di Mimika dan tidak bisa pulang lantaran terjebak lockdown. Sebagian besar tidak mempunyai pekerjaan dan hanya menumpang di keluarga masing-masing.

“Yang tidak berbayar adalah ASN, TNI, Polri dan pengantar jenazah satu orang. Bagaimana dengan orang-orang yang terjebak di Timika karena covid. Kami sangat mengharapkan keringanan dari Tim Gugus di Timika,” ungkapnya.

Persoalan ini juga telah disampaikan ke Komisi C DPRD Mimika. Sekretaris Komisi C DPRD Mimika, Saleh Alhamid mengatakan tidak setuju jika rapid test bagi masyarakat yang terjebak corona harus bayar.

“Yang jelas saya tdiak setuju kalau rapid test itu dibayar. Kasihan warga kita yang tidak punyai uang. Mereka hanya punyai uang untuk bayar tiket saja. Belum lagi biaya hidup selama di Timika,” ungkap Saleh. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar