Anak Kecandu Lem Aibon Karena Kurang Perhatian Orang Tua

Bagikan Bagikan
Yustina Timang (Foto: SAPA/Acik).

SAPA (TIMIKA) – Anggota Komisi A DPRD Mimika, Yustina Timang mengatakan banyaknya anak di Timika yang kecanduan lem aibon, bensin dan jenis lainnya dikarenakan kurangnya perhatian dari orang tua.

“Kalau diperhatikan, sekarang bukan hanya yang hirup lem aibon saja, tapi juga ada yang hirup bensin supaya mabuk. Anak-anak kalau sudah seperi ini, jadinya kehilangan kendali. Ini sangat memprihatinkan dan perlu perhatian dari orang tuannya,” ungkapnya, Kamis (16/7/2020).

Menurut Yustina,  perhatian orang tua sangat penting mengingat pendidikan pertama adanya di dalam keluarga, dalam artian sebelum anak-anak dididik oleh bapak dan ibu guru di sekolah, maka orang tua yang harus memulai dengan mengarahkan berbagai hal positif kepada anaknya.

“Bina moral anak itu harus dimulai dari dalam rumah supaya mereka tidak terpengaruh dengan pergaulannya. Intinya perhatian orang tua itu sangat penting,” tuturnya.

Selanjutnya, peran pemerintah adalah lebih fokus menertibkan penjualan lem aibon dan bahan lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk bahan mabuk-mabukan. 

“Kita sangat dukung kalau memang pemerintah mau tertibkan penjualnnya. Lem Aibon itu untuk kebutuhan pertukangan, jadi tidak boleh dijual ke anak-anak. Begitu juga dengan bensin tidak boleh layani anak-anak yang tidak punyai motor, tapi beli bensin. Mari kita saling menjaga anak-anak kita,” ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar