Banjir Membuat 3 Jalan Putus di Sepanjang Jalan Trans Nabire, Warga Terisolir

Bagikan Bagikan
Akibat Banjir Akses Trans Nabire Terputus dan Warga Terisolir. (foto: SAPA/ Jefri Manehat)


SAPA (TIMIKA) - Curah hujan yang tinggi pada Sabtu (25/7/2020) hingga Minggu (26/7/2020) malam mengakibatkan banjir dan 3 jalan menuju Trans Nabire, Timika-Papua terputus. Alhasil warga terisolir karena tidak ada akses jalan.

Menurut keterangan warga setempat, akibat banjir jalan di kali pinda-pinda dan Karimayat dan Kali Zewa putus, membuat akses masyarakat terbatas.

Yulius salah satu masyarakat yang terkena dampak banjir, kepada Wakil Bupati, Johannes Rettob menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sambungnya, banjir tidak hanya merusak jalan, banjir juga merendam pemukiman warga dan merusak kebun warga.

Mewakili masyarakat, Yulius meminta agar pemerintah segera merespon musibah ini dan segera memperbaiki jalan-jalan yang rusak akibat banjir.

 "Pemerintah sesegera mungkin turunkan alat berat untuk menormalisasi kali dan segera membangun kembali jalan agar masyarakat bisa beraktivitas kembali seperti biasa. Kami juga meminta  pemerintah membangun jalan pintas sebagai akses jalan kami," ujar Yulius.


Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob yang meninjau langsung ke lokasi pada Senin (26/7/2020) menyebut  jalan yang terputus akibat banjir mencapai 100 meter.

John kepada warga menyampaikan bahwa dirinya telah melihat kondisi yang terjadi, di mana akibat banjir, warga kehilangan kebun, rumah dan tidak bisa kemana-mana lantaran jalan yang putus.

Menurut John, yang menjadi perhatian sekarang adalah bahan makanan untuk masyarakat yang kena dampak, dan pemerintah segera sikapi hal ini.

"Saya sudah lihat, kami akan rapat bersama untuk segera mengambil langkah terkait dampak dari musibah ini. Ini merupakan bencana alam yang tidak bisa diduga-duga, jadi pemerintah akan segera  tindaklanjuti, " kata John.

"Sejak banjir awal, saya sudah koordinasi dengan kepala Satker, bahkan kami sudah rapat bersama dengan Wakil Menteri PUPR pada Sabtu lalu.  Kami sudah bahas terkait jalan ini apa yang harus disikapi, dan mereka sudah mulai melakukan pendataan," kata Wabup kepada wartawan.

Di samping itu, Jhon mengatakan, jalan yang terputus tersebut adalah jalan nasional sehingga menjadi tanggungjawabnya pemerintah pusat, sedangkan dampak dari masyarakat itu merupakan tanggungjawab dari pemerintah Kabupaten.

"Kita berharap masyarakat tetap hati-hati dalam beraktivitas, karena hujan di Timika masih sangat tinggi dan banjir bisa saja masih terjadi, ini adalah alam dan kita tidak bisa prediksi kapan datangnya, " ujarnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar