Pdt. Abraham A.D Manurung, 51 Tahun di Tanah Papua Belajar Mengorbankan Kenyamanan dan Hak Kita Untuk Memperbaiki Kesalahan yang Kita Buat

Bagikan Bagikan
ID pertama sewaktu bergabung dengan PT Freeport Indonesia tahun 1973

 KALI ini Salam Papua kembali menemui Pdt. Abraham A.D Manurung untuk menggali beberapa pengalaman hidupnya yang bisa menjadi pelajaran bagi semua pembaca Salam Papua.

"Sekitar April 1972 saya sedang memperbaiki gardan tanker truck milik perusahaan di camp 2 (mil 22). Saya merasa semua proses berjalan baik hingga pada saat makan siang tiba-tiba saya teringat bahwa saya belum memasang as roda diferential di truck tersebut. Resiko yang akan timbul karena kelalaian saya sangat memungkinkan terjadinya acident karena truck tangker ini akan memuat solar dari pad 11 ke mill 50," kata Pdt Abraham membuka percakapan dengan Salam Papua.

"Saya memutuskan untuk segera meninggalkan makan siang saya dan kembali bekerja menyelesaikan kesalahan yang saya buat.
Sebenarnya bisa saja saya memasang as roda tersebut setelah makan siang, karena makan siang adalah hak saya sebagai pekerja dan pasti rekan kerja saya juga mengerti situasi tersebut.
Tapi kita harus ingat juga bahwa ada hak perusahaan untuk mendapatkan loyalitas dan hasil sempurna dari tangan kita. Sebuah prinsip yang saya pegang, jika bisa dilakukan sekarang kenapa harus di tunda," tambah Pdt. Abraham.  

"Setelah semua pekerjaan sempurna, saya tiba-tiba di panggil oleh pimpinan.
Pikiran saya saat itu adalah pimpinan pasti melihat kesalahan atau ada yang melaporkan apa yang saya kerjakan dijam makan siang. Ternyata betul, Pak Fernandes yang adalah pimpian saya bertanya apa yang saya lakukan saat makan siang. Sebelum saya menjawab, beliau mengatakan bahwa Pak Adrew Smith (big boss maintenance) melihat saya sedang bekerja sendiri dari kantornya.
Ia mengatakan bahwa saya adalah karyawan yang baik dan perintah Pak Andrew Smith kepada Pak Fernandes untuk segera mempromosikan saya saat itu juga menjadi senior heavy duty mekanik, dimana saat itu senior mekanik adalah senior-senior yang sudah bekerja puluhan tahun di perusahaan-perusahaan besar, sedangkan saya belum lama bekerja. Satu minggu setelah kejadian, saya mendapatkan kartu kuning yaitu promosi," tutur Pdt. Abraham.

Pdt. Abraham mengatakan, sebuah hal yang tidak pernah dia bayangkan dan pikirkan, itulah proses hukum tabur tuai.

"Kita manusia tidak luput dari salah, belajarlah mengorbankan kenyamanan dan hak kita untuk memperbaiki kesalahann yang kita buat. Janganlah pernah menunda untuk memperbaiki kesalahan yang kita lakukan karena waktu tidak pernah bisa berkompromi dengan hidup kita. Biarkan Tuhan mempromosikan anda dengan caraNya bukan dengan cara manusia.
Tuhan memberkati semua pembaca Salam Papua," ujar Pdt. Abraham. (Red)
  
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Live Sexy Casino Baccarat Bertemu Langsung Dengan Dealer Sexy yang pasti akan membuat permainan Anda semakin Bergairah Serta Dapatkan Penawaran TRIPLE BONUS dari QQHARIAN. Info Lanjut Hub CS atau bisa CLICK DISINI

    BalasHapus