Corona di Mimika Tidak Akan Berakhir, Tetap Jaga Diri Masing-Masing

Bagikan Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra (Foto:SAPA/Jefri Manehat)


SAPA (TIMIKA) - New Normal tahap II yang ditetapkan Pemeritah Kabupaten Mimika bersama Forkopimda selama 2 pekan berakhir hari ini, Kamis 30 Juli 2020. Belum diketahui, pemerintah masih mempertahankan new normal atau kembali melakukan pembatasan aktivitas masyarakat di Mimika.

Juru Bicara (Jubir) Tim gugus tugas covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra menyampaikan selama new normal tahap II ada beberapa penambahan kasus covid-19 terkonfirmasi positif, namun tidak signifikan seperti pada awal ditemukannya kasus covid-19 di Mimika.

Beberapa minggu terakhir adanya penambahan kasus baru covid-19 di Kabupaten Mimika, Reynold sebut merupakan kasus import yang berasal dari para pelaku perjalanan dari luar daerah.

Dalam dua minggu terakhir, Reynold mengaku setiap penumpang yang datang dari luar daerah selalu dilakukan pemeriksaan, itu juga berlaku bagi semua karyawan PTFI yang datang dari Tembagapura, namun terhadap karyawan PTFI dilakukan PCR tes.

“Jumlah presentase kasus positif yang diperiksa selama ini masih dibawa 5 persen, dan saya pikir kita masing akan berada di masa new normal, dan angka reproduksi kasus di Mimika rata-rata di atas 1,5 dan tidak terlalu mengkuatirkan seperti kasus-kasus sebelumnya”, ujar Reynold ketika ditanya wartawan.

Namun Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika itu memprediksi, kasus covid-19 di Mimika tidak akan berakhir, karena setiap saat akan ada terus, karena pergerakan manusia dalam hal ini perjalanan keluar masuk Timika terus ada, apalagi di Mimika sendiri sudah terjadi transmisi lokal.

Dia mengungkapkan, masing- masing orang punya tanggung jawab untuk menjaga diri agar tidak tertular.

“Dinas kesehatan sendiri harus melakukan exit strategy. Jadi ada pelimpahan kewenangan kepada Puskesmas, karena kami juga harus melaksanakan upaya kesehatan lainnya seperti promosi kesehatan, pelaksanaan peningkatan cakupan imunisasi bayi, balita, ibu hamil yang merupakan kelompok rentan terkena covid dan juga malaria”, terangnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar