Jauh Dari Pengawasan Ortu, Banyak Anak Mimika Pergi Kuliah dan Pulang Tanpa Hasil

Bagikan Bagikan
Yulian Solossa. (Foto: SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Anggota Komisi C DPRD Mimika, Yulian Solossa mengatakan bahwa fakta yang terjadi saat ini sangat banyak anak Mimika yang pergi kuliah ke luar Papua dan pulang tanpa hasil. 

“Kenyataan yang ada saat ini, banyak anak-anak Papua yang pergi sendiri, tapi pulang jadi dua dan adapun yang datang tiga orang. Ini karena tidak adanya pengawasan dari orang tua (Ortu). Jadi di sana mereka hidup bebas dan lupakan tugasnya sebagai mahasiswa,” katanya di kantor DPRD, Rabu (8/7/2020).

Selain kembali dengan persoalan seperti itu, juga banyak anak-anak Papua yang meninggal dan hanya jenazahnya dikirim kembali.

Karena itu ia menyarankan agar jauh lebih baik jika anak-anak Mimika dikuliahkan di Mimika ataupun di kota lainnya di Papua. 

Menurut dia, regulasi perguruan tinggi (PT) se Indonesia khususnya di Papua semuanya sama. Khusus selain karena kualitas akademik dan kurikulum yang sama, hal ini juga bisa mempermudah cakupan sarana dan prasarana bagi anak-anak Mimika.

Yang tidak kalah pentingnya adalah anak-anak tetap dalam pengawasan Ortu serta tidak lagi keluarkan biaya kost, asrama dan yang lainnya. 

“PT di Mimika dan yang di luar Mimika ini sama saja dibawah naungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Jauh lebih bagus anak-anak Mimika memilih beberapa PT yang ada di Mimika, daripada harus jauh-jauh dan hasilnya sama,” tuturnya. 

Ia juga menyayangkan selama ini PT Freeport melalui YPMAK telah mengirim banyak anak Amungme dan Kamoro (Amor) ke luar Papua. Padahal dilihat dari sasarannya adalah ketika selesai kuliah, anak-anak ini akan kembali untuk membangun Mimika, sehingga jauh lebih penting untuk diakomodirkan ke PT-PT yang ada di Mimika.

“Hal ini supaya teori yang didapatkan di PT, bisa langsung diapresiasikan di daerah kelahirannya sendiri. Untuk apa kita kirim jauh-jauh kalau pada akhirnya mereka pulang dan tidak membawa hasil,” ujarnya.

Meski demikian dia mengapresiasi YPMAK yang saat ini telah mulai mengakomodir anak-anak Mimika ke beberapa PT yang ada di Mimkka. Demikian juga di tahun-tahun sebelumnya YPMAK juga telah banyak menyekolahkan anak dari tujuh suku, sehingga banyak dari anak-anak ini yang sukses.

“Ini berarti menunjukan adanya kolaborasi yang baik untuk semua stakeholder di Mimika. Berarti kita akan bersinergi membangun Mimika,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

3 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik net sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik net paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus
  2. Sa ini mo kritik Anggota Dewan dorang Kam itu harus buka mata anak-anak Papua itu sudah banyak berhasil dgn hasil yg baik dong bawa pulang , yg susah nya itu kamu di pemerintahan anak2 Papua khususnya Di TIMIKA Sa lihat dgn Biji mata sendiri dong Pi antri masukan lamaran di kantor bupati Sanah tidak di terima dong jalan lamar di PT kiri kanan di Timika bilang Trada Lowongan tapi tiap hari Tiap jam , orang pendatang turun di Bandara Moses Kilangin langsung otw Naik kerja di Tembagapura sioooo Sajaaaa , baru kam mau kritik tong pu ade2 Kam salah skli , benahi dulu di pemerintahan baru bicara yg lain, kalau Anggota Dewan ini de berAgama de pasti Tahu kalau pemimpin itu jadi pelayan yang baik , bukan jadi pengrtik dan solusinya NOL BESAR , itu yang terjadi sama pejabat2 besar di Papua NATO , No Action Talk Only

    BalasHapus
  3. yang harus control pemerintahlah, kalau begini apa TuPoksi bagain SDM?

    BalasHapus