Jhoni Lingga: Banyak Karyawan Privatisasi Bandel dan Menentang Tim Gugus Covid-19, Akan Dikenakan Sanksi

Bagikan Bagikan
Proses pemeriksaan karyawan yang baru datang di Airport bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (Foto:Ist)

SAPA (TIMIKA) – Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 PT Freeport Indonesia (PTFI), Jhoni Lingga mengatakan bahwa banyak karyawan privatisasi termasuk yang kontraktor bandel dan menunjukkan sikap tidak bekerja sama dengan tim gugus dalam upaya pengendalian kasus covid-19.

Pasalnya sebelum dan selama penerapan new normal hingga saat ini, tim gugus bekerja keras dalam melindungi seluruh karyawan dan menekan angka temuan kasus. Namun, sayangnya saat hendak dilakukan rapid test ataupun tets acak di beberapa pos keberangkatan dan kepulangan, banyak karyawan yang menentang dan menolak. 

“Ini sangat disayangkan. Ada karyawan kami dan kontraktor yang menunjukkan sikap yang tidak mau bekerjasama. Ini adalah pribadi-pribadi, tapi banyak. Mereka merasa penting dan menanyakan ini peraturan apa? Kenapa harus dilakukan?,” ungkap Jhoni saat menghubungi Salam Papua, Jumat (17/7/2020).

Karena hal itu, Johni menegaskan bahwa PTFI berdiri di atas wilayah Kabupaten Mimika, sehingga harus mengikuti semua aturan pemerintah yang berlaku termasuk selama pandemi covid-19.

“Aturan selama pandemi ini diberlakukan sama tanpa pengecualian. Kami kecewa, karena sudah bekerja keras, tapi dibalas seperti itu,” ujarnya.



Dengan demikian, setiap karyawan yang bandel ini akan dievaluasi serta mensosialisasi kembali bahwa upaya yang dilakukan sangat penting.

“Selanjutnya akan dikenakan sanksi disiplin kerja sesuai yang berlaku dalam lingkup perusahan PTFI. Hal itu sudah diumumkan kepada semua karyawan,” katanya.

Dijelaskan, sebelum dan setelah dimulainya new normal, PTFI tetap berikan cuti untuk karyawan yang sudah lama bekerja. Setiap karyawan yang turun  dengan bis di airport atau di Gorong-Gorong. Sedangkan yang cuti ke luar daerah, pastinya pakai Airfast. Semuanya melalui test rapid dan tetap menerapkan protokol kesehatan, berarti yang boleh turun ke Timika  hanya yang hasil rapidnya non reaktif.

Beberapa minggu lalu, PTFI bersama badan karantina dan Dinkes Mimika melakukan random test atau cek ulang terhadap karyawan yang mau ke Timika menggunakan bis. Dari test itu, ditemukan beberapa karyawan yang hasilnya reaktif walaupun saat turun dan dites ulang, hasilnya non reaktif.

Selanjutnya, bagi semua karyawan yang dinyatakan reaktif, akan tetap dikarantina dengan jalinan koordinasi dan kerjasama Tim Gugus Pemkab Mimika. Selain dikarantina, juga akan dilakukan cek secara ulang, hingga hasilnya non reaktif sebelum dilepas kembali ke keluarga masing-masing di Timika.

“Kami di PTFI tetap berupaya supaya pandemi ini cepat selesai. Kami selalu koordinasi intens dengan Pemkab melalui Tim Gugus,” tutur Jhoni. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

2 komentar:

  1. Hanya di qqharian website judi online terpercaya yang berani memberi anda kemenangan dan terpercaya!!
    Daftarkan dirimu segera dan langsung bermain dan dapatkan macam bonus promo.
    Ingin membuktikannya ???
    Langsung gabung bersama kami, Di QQHarian

    BalasHapus
  2. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik co sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik co paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus