Kaya Potensi Emas, Pegunungan Arfak Dorong Pertambangan Rakyat

Bagikan Bagikan
Ilustrasi - Pertambangan emas (Foto-Antara)

SAPA (MANOKWRI) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegunungan Arfak, Papua Barat, mendorong pertambangan rakyat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi emas di daerah itu bagi kesejahteraan masyarakat.

"Potensi pertambangan emas di Pegunungan Arfak itu di Menyambouw, Catubow, Testega, Didoh

u. Hampir di semua distrik ada potensi pertambangan emas. Untuk itu harus dikelola secara baik agar masyarakat sejahtera," ucap Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroi di Manokwari, Sabtu.

Terkait rencana itu, kata dia, pemerintah daerah telah membentuk tim dan menyiapkan anggaran untuk melakukan survei dan kajian. Kajian akan dilakukan secara menyeluruh agar pertambangan ini tidak menimbulkan masalah lingkungan.

"Kajian dampak lingkungan sangat penting. Jika tidak, bisa timbul masalah lingkungan. Dampaknya bukan hanya bagi Pegunungan Arfak, melainkan Manokwari dan Manokwari Selatan bisa menerima dampak buruknya juga," sebut Saroi.

Ia mengatakan tim survei akan segera turun untuk meninjau lokasi. Kegiatan survei akan dilakukan melalui udara maupun turun langsung ke lapangan.

"Selanjutnya kita akan melakukan kajian dari hasil survei itu, dari aspek sosial hingga lingkungan. Kalau memang bisa diteruskan, kami akan ajukan izin ke pemerintah provinsi," kata dia lagi.

Saroi menjelaskan pertambangan rakyat dipilih agar masyarakat bisa menerima manfaat sebesar-besarnya dari potensi emas di daerah tersebut. Di sisi lain, pengurusan izin pertambangan rakyat lebih mudah.

"Kalau untuk pertambangan berskala besar yang mendatangkan investor, izinnya harus dari pemerintah pusat. Di sisi lain masyarakat tidak menerima manfaat langsung dari pertambangan tersebut," ujarnya.

Pada awal Juni 2020 Direktorat Reskrimsus Polda Papua Barat meringkus sindikat penambang emas ilegal yang beraksi di Distrik Menyambouw, Pegunungan Arfak. Penambangan liar itu diduga melibatkan pemodal besar dari luar daerah.

"Hal-hal seperti ini yang kita tidak mau. Makanya kita dorong pertambangan rakyat supaya ada koperasi yang kelola. Dengan demikian pembagian hasil jelas, masyarakat tidak dibodohi-bodohi melainkan terlibat langsung dan menerima hasil lebih besar untuk kesejahteraan mereka," ujar Saroi.  (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar