Kelompok Anak Muda Asli Kamoro Resmi Laporkan AN Ke Reskrim Polres Mimika

Bagikan Bagikan
Kelompok Anak muda asli Kamoro foto bersama usai melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik pada 26 Juni lalu. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang - Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dilakukan oleh AN, kini memasuki babak baru yakni meneruskan laporan tersebut kepada pihak bagian Reserse Kriminal (Reskrin) untuk di proses hukum lebih lanjut. 

Kasus tersebut bermula saat kelompok Anak Muda Asli Kamoro melaporkan AN kepada pihak Bimbingan Masyarakat (Binmas) Polres Mimika pada Jumat (26/6/2020) lalu.

Kemudian pihak Binmas akhirnya mengeluarkan panggilan terhadap AN, dan dilakukan mediasi di Polres Mimika,Senin (29/7/2020).

Dalam proses mediasi yang di fasilitasi oleh Binmas Polres Mimika, pihak pelapor yakni kelompok Anak Muda Asli Kamoro tetap menginginkan agar kasus tersebut tetap diproses secara hukum positif yang berlaku.

Kasat Binmas Polres Mimika, AKP FR Waloni kepada wartawan menjelaskan pihaknya sudah melakukan mediasi namun karena pelapor menginginkan agar laporan diteruskan ke arah hukum, maka, pihak Binmas mengarahkan untuk membuat laporan polisi di bagian Reskrim Polres Mimika.

"Kami sudah arahkan mereka jika mau melanjutkan ke proses hukum, maka dibuat di Reskrim Polres Mimika," jelas AKP FR Waloni kepada wartawan, Jumat (3/7/2020) di Kantor Pelayanan Polres Mimika.

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Mimika, Iptu Andi Suhidin, SH menjelaskan pihaknya sudah menerima laporan resmi terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang ITE itu

"Betul, kami sudah terima laporannya, kami juga sudah meminta keterangan dari beberapa saksi," ujar Iptu Andi, Jumat (3/7/2020).

Dijelaskan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan ahli bahasa maupun ahli pidana, dan sesuai dengan penjelasan para ahli tersebut, kasusnya ada masuk ke unsur dalam undang - undang ITE.

Namun, kata Iptu Andi, bahwa apabila kasus tersebut dilanjutkan ke proses penyidikan, maka yang nantinya menjadi tersangka bukanlah pemilik akun AN melainkan sang suami yakni berinisial MG.

"Karena postingan yang diduga melecehkan suku Kamoro itu kan awalnya pasangan suami istri ini chat di massenger," jelas Andi.

Kemudian sang istri yakni AN menyebutkan  kalimat yang melecehkan suku Kamoro, yang notabenenya adalah suku dari suaminya.

"Kemudian suaminya itu pasang kalimat chat dari istrinya itu di statusnya di Facebook, maka dilihat oleh siapa saja yang berteman dengan dia di Facebook," katanya.

Akhirnya juga dilihat oleh pelapor yang merupakan pemuda Kamoro, lalu membuat laporan ke Polres Mimika.

"Kalau kita sidik maka suaminya yang kena karna menyebarkan di medsos," kata Iptu Andi.

Oleh sebab itu menurut KBO Satreskrim bahwa mereka telah memberikan usul dan saran kepada para pelapor untuk dikoordinasikan dulu dengan para tokoh dari suku Kamoro.

"Mereka (Pelapor red) ada minta waktu tiga hari untuk mereka koordinasi lagi dengan para tokoh dari suku mereka dulu, makanya kita masih menunggu apa hasil koordinasi mereka. Apakah mau tetap diproses atau bagaimana? Karena kalaupun mereka tetap mau untuk proses hukum jalan, maka yang nanti jadi tersangka adalah saudara mereka sendiri. Jadi masih kita tunggu nanti apa maunya mereka," tuturnya. (kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar