Komisi C DPRD Mimika Kunjungi Masyarakat yang Terdampak Banjir

Bagikan Bagikan
Pantauan Komisi C di wilayah PT PAL dan Kampung Hangatji (Foto: SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) – Warga di wilayah PT PAL jalan trans Nabire mengaku hingga saat ini belum mendapatkan bantuan emergency dari Pemkab Mimika.

Hal ini disampaikan warga kepada Anggota Komisi C DPRD saat memantau kondisi warga pasca banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Anggota Komisi C Leonardus Kocu mengatakan, pengakuan warga ini sangat miris mengingat saat ini yang sangat dibutuhkan adalah bantuan emergency seperti sembako, tenda ungsian, transportasi dan hal lainnya yang bisa membantu sementara.

“Memang Pemkab sudah datang ke lokasi banjir dan temui warga, tapi ternyata belum ada bantuan emergency yang diberikan sampai saat ini. Kasihan sekali keadaan warga, karena mereka dalam kondisi yang sangat sulit dan itu kami melihatnya sendiri saat kunjungan,” kata Leonardus kepada Salam Papua, Selasa (28/7/2020).

Bantuan tanggap darurat dalam kondisi saaat ini sangat penting agar warga sebagai korban merasakan adanya Pemerintah. Sebab, untuk persoalan jangka panjang dalam mengatasi banjir di Mimika tentunya butuh waktu dan anggaran.

Menurut dia, saat ini Dinas Perhubungan, BPBD, PU serta dinas lainnya harus segera merespon kebutuhan masyarakat yang  mengingat yang sangat dibutuhkan saat ini adalah berupa bantuan emergency, transportasi untuk kelancaran Mama-Mama yang hendak menjual hasil kebun, perlengkapan di tenda ungsian serta kebutuhan pokok lainnya.

“Kasihan yang Mama-Mama itu menangis saat mereka tahu kami dari Dewan ada kunjungi mereka,” tuturnya.

Selain keluhkan hal itu, masyarakat di jalan tras Nabire juga kuatir adanya banjir susulan yang bisa mengancam jiwa dan memperparah putusnya jalan, sehingga menyulitkan akses bagi warga menjalani aktivitasnya.

Selain memantau korban banjir di wilayah PT PAL jalan Trans Nabire, Komisi C juga memantau luapan sungai di Kampung Hangaitji SP2.

Warga di Kampung Hangaitji mengeluh dan kuatir kondisi kali yang saat ini meluap bisa memutus akses aktivitas. Karena itu warga meminta dinas terkait segera lakukan normalisasi sungai tersebut agar tidak terjadi banjir.

Melihat kondisi ini, Sekretaris Komisi C, Saleh Alhamid menyarankan agar  pembangunan rumah warga tidak boleh  dekat di bibir kali sehingga tidak menjadi korban luapan ataupun banjir.

Menurut dia, setiap keluhan warga di dua wilayah berbeda ini akan dibahas khusus di DPRD  bersama Pemkab agar bisa mendorong anggaran melalui APBD 2021.

"Masyarakat jangan dulu bangun kandang ternak di dekat kali. Rumah juga jangan dibangun dekat kali, karena itu berbahaya sekali, “ sarannya.

Hal serupa disampaikan Wakil Ketua Komisi C, Martinius Walilo. Menurut dia, luapan kali dan banjir yang terjadi merupakan  dampak tingginya curah hujan yang selama ini terjadi.

“Yang diharapkan, masyarakat bisa selalu antisipasi, karena curah hujan semakin tinggi dan itu berpotensi banjir,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar