Lagi-Lagi Anak Suku Asli Teriak Minta Perhatian Pemerintah

Bagikan Bagikan
Agus Anggaibak (Foto: SAPA/Acik)

 SAPA (TIMIKA) – Untuk kesekian kalinya, anak asli suku Amungme teriak minta perhatian pemerintah  agar anak Amungme dan Kamoro (Amor) serta OAP lainnya tidak jadi penganggur di atas tanahnya sendiri.

Tokoh masyarakat Amungme, Agus Anggaibak mengatakan bahwa banyak anak asli yang telah menyelesaikan pendidikan, baik SMA ataupun perguruan tinggi. Namun, tidak diakomodir guna menjadi tenaga honorer di pemerintahan, sehingga sangat banyak yang jadi pengangguran.

“Banyak anak asli yang telah selesai SMA hingga perguruan tinggi. Seharusnya anak-anak ini yang diprioritaskan untuk jadi honorer dan bukan malah didatangkan dari luar,” ungkap Agus di kantor DPRD, Kamis (16/7/2020).

Padahal menurut dia, salah satu tujuan perjuangan dibentuknya Kabupaten Mimika adalah agar bisa memanfaatkan SDM anak asli.

“Saya juga salah satu orang yang ikut berjuang supaya Mimika bisa jadi kabupaten tersendiri dengan harapan bisa memanfaatkan SDM anak asli yaitu Amungme dan Kamoro. Seharusnya itu diingat supaya anak Amor tidak susah di atas tanahnya sendiri,” tuturnya.


Selain hal itu menurut dia, hingga saat ini sangat banyak tenaga honor yang telah lama mengabdi, tetapi tidak diangkat. Fakta yang ada, seolah-olah pemerintah lebih mengutanakan yang non Papua dan melupakan anak asli.

“Banyak sekali honorer yang sudah tua, mulai daru lima hinhha 10 tahun, tapi tidak diangkat jadi CPNS,” tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar