Lapas Timika Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Tidak Diperbolehkan Kunjungan Keluarga

Bagikan Bagikan
Lapas Kelas II B Timika. (Foto: SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) – Selama pandemi covid-19,  aktivitas sebanyak 230 warga binaan Lapas Kelas II B Timika tetap menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan oleh Pemkab Mimika melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19.

Kepala Lapas Timika, Marojahan Doloksaribu,SH mengatakan, selama pandemi covid-19 untuk tahanan atau warga binaan yang masih dalam proses persidangan tetap menjalani sidang melalui Video conference bersama pihak Kejari.

“kita selama ini gelar sidang via Video conference, karena tidak boleh berbaur. Makanya kita di sini siapkan layar khusus di ruang pertemuan,” ungkap Marojahan kepada Salam Palua, di Lapas Timika jalan Iwaka SP5, Senin (27/7/2020).


Selain itu, sejak tanggal 23 Maret lalu hingga saat ini meski telah masuk masa New Normal tidak diperbolehkan lagi adanya kunjungan keluarga.

“Kalau memang nanti di Mimika berubah dari zona Merah ke zona hijau, maka kita coba untuk menerima kunjungan keluarga lagi. Namun, kalau kondisi covid-19 tetap seperti saat ini, maka kami akan tetap terapkan protokol kesehatan dan kami akan selalu mendengar putusan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Mimika,” ujarnya.

Menurut dia, selama pandemi covid-19, setiap warga binaan yang mengalami sakit ringan, akan ditangani oleh perawat yang bertugas di lapas, akan tetapi jika sakitnya tidak bisa ditangani oleh perawat yang ada, maka akan berkoordinasi bersama Puskesmas di SP5 untuk selanjutnya dirujuk ke RSUD dengan penjagaan ketat.

“Kita di sini ada perawat khusus, sehingga kesehatan ratusan penghuni lapas ini selalu diperiksa secara rutin,” tuturnya.

Selama pandemi covid-19, setiap warga binaan juga tidak lagi diwajibkan untuk beribadah di gereja ataupun masjid secara berjemaah. Seandainya pun harus ibadah berjemaah, jarak setiap warga diatur dengan tetap mengenakan masker dan mencuci tangan.

“Kita tidak lagi paksakan mereka untuk ibadah di gereja atau masjid secara bersama, karena itu sangat riskan untuk kesehatan mereka selama pandemi covid-19 ini,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar