Lemasa Diminta Tetap Satu Dan Perjuangkan Hak Masyarakat Adat

Bagikan Bagikan
Aleks Tsenawatme. (Foto : SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Lembaga masyarakat adat suku Amungme (Lemasa) diminta untuk tetap satu tanpa dualisme dan tetap memperjuangkan hak masyarakat adat. 

Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme mengatakan, selama ini Lemasa terjadi dualisme, sehingga tidak searah dan tidak berjalan dengan baik. Padahal Lemasa merupakan roh rakyat  Amungme. 

“Diharapkan apa yang terjadi sebelumnya tidak lagi  terjadi, tetapi saat ini adalah saatnya membenahi Lemasa untuk menjadi satu. Selanjutnya, bisa bekerjasama dengan DPRD, Pemerintah dan instansi lainnya guna membangun dan menyelesaiakan Persoalan di Mimika,” kata Aleks di kantor DPRD, Jumat (3/7/2020).

Saat ini Lemasa telah merangkul tokoh-tokoh dan menjalin komunikasi yang baik, sehingga diharapkan dalam perjalanannya Lemasa menjadi satu lembaga yang benar-benar bisa dipercayai oleh masyarakat, pemerintah dan DPRD. 

Dijelaskan, selama perjalanan Lemasa juga bisa dinilai sangat bagus lantaran ikut terlibat dalam memperjuangkan hak masyarakat adat atau akar rumput. 

“ Tapi beberapa tahun belakangan tiba-tiba ada pimpinan A dan B. Hal ini yang membuat jadi tidak terarah dan masyarakatnya jadi dilema. Tapi saya merasa terharu ketika Lemasa mulai merangkul semua tokoh-tokoh adat dan komunikasi baik untuk membenahi Lemasa ke depannya,” jelasnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar