Masyarakat Iwaka Menjerit: Jangan Hanya Perhatikan Covid-19, Lihatlah, Rumah Kami Tenggelam, Kami Tidur Di Jalan Raya

Bagikan Bagikan
Gedung gereja yang terendam air. (Foto : Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Setiap tahun, memasuki bulan Juli hingga September, masyarakat Iwaka selalu mengalami penderitaan akibat luapan banjir dari Kali Iwaka.

Tahun ini di tengah semua perhatian tertuju pada Covid - 19, di pinggiran Kota Timika, masyarakat asli Suku Kamoro kembali menjerit meminta bantuan pemerintah karena rumah mereka terendam air dan mereka terpaksa tidur di jalan raya. 

Pada Kamis (9/7/2020) luapan air semakin menjadi, hingga menggenangi rumah warga, gedung gereja, sekolah, puskesmas dan balai kampung.

Air setinggi pinggang orang dewasa tersebut meluap dari RT 2 dan RT 3, bahkan yang lebih parah adalah RT 4 dan 5.

Salah seorang tokoh masyarakat kampung Iwaka Ellyssius Wayawiuta menuturkan dampak tersebut bukan hanya terjadi tahun ini saja, namun sudah sering terjadi sejak beberapa tahun belakangan. 

"Ini kami di Iwaka kena dampak bukan tahun ini saja, tapi setiap tahun, Juni Juli itu kami kena dampak, sementara ini banjir naik meluap sampai ke rumah - rumah," katanya.

Dijelaskan hingga saat ini airnya semakin meluap, warga Iwaka kini tengah menyelamatkan barang - barang kemudian mau mengungsi ke tempat yang lebih tinggi yakni di jalan Aspal RT 3 yang dianggapnya bisa di jadikan tempat sementara mengungsi.

"Sebentar lagi masyarakat akan mengungsi ke tempat yang tinggi, masyarakat sementara bongkar barang dan bawa ke tempat yang aman. Malam ini masyarakat akan tidur di jalan raya," ujarnya.

"Sekarang ini, anak - anak kami menangis kelaparan, dapur terendam banjir, mereka harus tahan dingin sebentar malam tidur di atas aspal, kalau hujan berarti kami basah, anak - anak dan orang yang sudah tua bisa sakit," ungkapnya.

Untuk itu dirinya mengharapkan perhatian pihak Distrik Iwaka yang juga saat itu tengah datang dan memantau situasi banjir. Pihaknya berharap agar wakil rakyat seperti DPRD juga turut menyuarakan nasib mereka. Begitupun dengan pejabat tinggi Mimika, yakni Bupati, Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati, Johanes Rettob agar bisa melihat keadaan yang tengah dialami masyarakat. 

"Kami dari tokoh pemerintah kampung kami minta supaya distrik bisa ajukan ke pemerintah yang lebih tinggi untuk masalah ini, karena tiap tahun kami menderita dengan keadaan ini, Jangan hanya perhatikan Covid - 19, tiap tahun rumah kami tenggelam, kami tidur di jalan raya," ujarnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. QQHarian memberikan bonus Welome Casback 100% untuk untuk member baru, kekalahan modal pertama anda akan di ganti utuh guys. info lebih lanjut bisa hub cs dengan buka situsnya CLICK DISINI guys. :)

    BalasHapus