Mengais Rezeki di Tengah Hujan, Mama- Mama Penjual Noken Butuh Bantuan Pemerintah

Bagikan Bagikan
Hujan Guyur Kota Timika, Mama Papua  Menutup Jualan Noken Menggunakan Plastik. (Foto: SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Hujan terus mengguyur Kota Timika dan sekitarnya, membuat mama-mama penjual noken membutuhkan perhatian dan bantuan  dari Pemerintah Kabupaten Mimika. 

Salah satu penjual noken, Anselin Bukega kepada Salam Papua, mengaku dirinya bersama teman-temannya kesulitan karena harus berjuang ditengah derasnya hujan untuk tetap bisa menjual noken. 

"Kalau hujan noken kami tutup dengan plastik saja. Hujan begini juga pembeli juga kurang," ungkap Anselin ketika diwawancarai di tempat penjualan noken di Bundaran Timika Indah,  Rabu (8/7/2020).  


Anselin Bukega, Salah Satu Perajut Noken.
Ia mengaku dalam sehari ada noken yang laku terjual, namun sering noken jualan tidak laku sama sekali. Harga noken yang ditawarkan berkisar Rp. 100.000 hingga Rp. 200.000,  dan waktu yang dipakai untuk mulai menjual tidak menentu, hingga jam 4 Sore. 


Dalam sehari, ibu 5 anak itu mengatakan noken yang laku terjual hanya 1 buah, terkadang dua dan itupun jarang terjadi, karena banyak pilihan noken yang dijual mama- mama perajut noken.  

"Kalau tidak laku, saya pulang kosong dengan harapan besok saya datang lagi, jualan noken bisa laku untuk kebutuhan kami," ujarnya. 

Menggantungkan hidup dengan merajut noken untuk kemudian dijual. Anselin mengaku noken yang dijualnya itu selain untuk kebutuhan hidup keluarga, juga untuk kebutuhan pendidikan anak-anaknya. 


Salah Satu Mama Perajut Noken Sedang Merapikan Noken Jualannya Ketika Hujan Redah. (Foto: SAPA/ Jefri Manehat)

Dengan merajut noken, anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan, bahkan kata dia ada anaknya yang sudah duduk di bangku kuliah. 

Ia mengaku untuk menghidupi keluarga serta pendidikan anak-anaknya ia harus berusaha semaksimal mungkin dengan menjual noken, suaminya hanya seorang petani biasa yang punya penghasilan kecil. 

Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan lagi  mama- mama penjual noken dan bisa mengembangkan serta memperbaiki tempat jualan mereka sehingga kelihatan lebih layak. 

Soal kebijakan pemerintah untuk menyatukan semua pedagang termasuk penjual noken di Pasar Lama, ia merasa keberatan. 

"Kalau kami semua jualan disana, pasti noken kami tidak laku, dan kalaupun laku, pasti habis untuk uang transportasi pulang pergi. Kami dari Timika Indah pulang pergi ke pasar Sentral sudah 30 ribu, kalau noken yang laku terjual hanya 100.000 bagaimana? dan itupun kalau laku, kalau tidak laku kami juga harus pulang kosong dan uang transportasi tetap dibayar," tutur Anselin. 

Ia berharap pemerintah bisa sediakan tempat yang baik di dalam kota, sehingga mama- mama bisa menjual karya mereka. 

"Bila perlu pemerintah bangun tempat yang layak di bundaran tempat kami jualan ini, sehingga kami tidak kemana-mana dan kami bisa jualan di sini saja," sambungnya. 

Diketahui, sekitar jalan Bundaran Timika Indah pemerintah Kabupaten Mimika akan menggunakan sebagai Car Free Day (Bebas Kendaraan). (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik net sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik net paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus