Miris... Karyawan Orang Kamoro di PT SANDVIK “Habis” di-PHK

Bagikan Bagikan
Ayub bersama rekan-rekannya OAP saat berdemo damai menyampaikan aspirasi penolakan PHK
di halaman kantor PT SANDVIK Kuala Kencana (Foto: SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) – Miris... karyawan yang merupakan warga suku Kamoro di PT SANDVIK akan habis di-PHK.

Ayub Rumbino sebagai salah satu karyawan PT SANDVIK asal Kamoro mengatakan, satu karyawan kontraktor SANDVIK asal suku Kamoro bernama Martinus Matamo telah di-PHK beberapa waktu lalu lantaran masalah sepele. Menyusul setelah tersingkirnya Martinus, per hari ini, tanggal 28 Juli 2020, dirinya juga akan di-PHK. Sehingga tidak ada lagi orang Kamoro sebagai karyawan PT SANDVIK.

Sebelumnya dua karyawan asal Kamoro ini terdata di antara lima ratusan karyawan PT SANDVIK, baik di wilayah Lowland (Kuala Kencana) maupun di wilayah Highland (Tembagapura).

“Padahal orang Kamoro merupakan tuan rumah berdirinya perusahaan kontraktor PT Freeport Indonesia (PTFI) tersebut. Tapi setelah Matius di-PHK, maka sisa saya sendiri dan sekarang nama saya juga masuk dalam daftar OAP yang akan di-PHK,” ungkap Ayub Rimbino kepada Salam Papua saat mengikuti aksi Demo  penolakan PHK di halaman kantor SANDVIK di Kuala Kencana, Selasa (28/7/2020).

Ia mengaku, untuk karyawan suku Amungme lumayan banyak, karena lebih dari lima orang.

Salah satu visi misi SANDVIK selaku kontraktor di bawah PTFI adalah mempekerjakan OAP termasuk suku Amungme dan Kamoro, akan tetapi hal itu tidak sesuai. Selain itu, beberapa waktu lalu telah ada kesepakatan antar manajemen PTFI dan SANDVIK bahwa tidak akan ada pengurangan karyawan khusus OAP dalam kondisi apapun.

Ia mengaku, sebagai anak asli telah mengikuti prosedur lamaran sesuai yang ditentukan perusahaan yaitu melalui Disnakertrans, tetapi setelah lama bekerja dengan tekun dan mengikuti semua aturannya, SANDVIK malah memutuskan hubungan kerja tanpa ada alasan yang jelas.

Selama bekerja, ia berupaya untuk loyal dan mengabdi sepenuh hati. Dengan di-PHK secara sepihak, maka hak hidup OAP khususnya orang Kamoro seolah-olah dirampas di dalam rumahnya sendiri.

“Jujur saja saya sangat menyesal, karena perusahaan besar seperti  SANDVIK tidak memberi kesempatan bagi kami yang merupakan suku asli. Kalau saya di-PHK, berarti tidak ada lagi orang Kamoro di SANDVIK. Jangankan di bagian staf di bagian cleaning service pun tidak ada,” ujarnya. (Acik).

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik co sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik co paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus