Nyawa Manusia Tidak Lebih Berharga Dibanding Seekor Ayam?

Bagikan Bagikan
Pelaku saat menyerahkan diri di Polsek Miru. (Foto: Istimewa)

APA (TIMIKA) - Nyawa manusia sepertinya tidak lebih berharga dibanding seekor ayam. Terbukti gara-gara hendak mencuri ayam, nyawa JN melayang akibat dibacok AH yang merupakan pemilik ayam.

Kejadian terjadi pada Rabu (1/7/2020) sekitar pukul 02.00 WIT, tepatnya di Kompleks Mesjid Al-ikhlas Gorong-Gorong Kelurahan Kebun Sirih Timika.

Berdasarkan hasil interogasi, pelaku AH menceritakan saat itu dirinya terbangun dari tidur karena mendengar suara atap seng kandang ayamnya bunyi. Kemudian AH memeriksa kandang ayam yang terletak di samping rumah kosnya. 

Pada saat itu ia melihat JN sudah memasukan tangannya hendak mengambil ayam yang ada di kandang.

Melihat hal tersebut AH menegur dengan mengatakan, "Eh kamu mau apa." Namun JN mendekat ke arah AH langsung memukul  AH berulang-ulang kali.

Namun AH berusaha menghindari pukulan tersebut sambil berjalan mundur. Saat berjalan mundur kaki pelaku tersandung batu hingga terjatuh. Setelah terjatuh JN masih berusaha memukul.

"Selanjutnya pelaku berdiri dan melihat parang yang ada di atap kandang ayam, kemudian pelaku mengambil dan langsung mengayunkan parang tersebut kearah korban hingga mengenai korban," jelas Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju SH kepada wartawan, Senin (6/7/2020) di ruang kerjanya.

Kompol Sarraju menerangkan korban yakni JN juga merupakan kelompok anak - anak muda yang mungkin terbiasa di luar, kemudian sering mabuk dan melakukan aktivitas - aktifitas yang meresahkan.

"Kondisi korban kena luka bacokan di kepala. Saat kejadian itu malam itu juga kita langsung ke pos Gorong Gorong dan  membawa korban ke rumah sakit gunakan mobil patroli, guna ditangani secara medis," jelasnya.

Tak lama kemudian ada informasi dari rumah sakit sekitar pukul 4.00 subuh, JN pulang ke rumah, namun sampai di rumah, JN di bawa lagi ke rumah sakit namun nyawanya tidak bisa tertolong, JN meninggal dunia dan telah di makamkan pada Jumat (3/7/2020).

Kompol Sarraju mengatakan pelaku telah menyerahkan diri pada Minggu (5/7/2020) yang dibantu oleh pihak kerukunannya, dan pelaku yakni AH kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Perbuatan yang melanggar hukum harus di tangani secara hukum jadi kita lakukan proses hukum terhadap yang bersangkutan," katanya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar