Panggilan Terbuka Untuk Komik Baru: “Movements and Moments-Feminist Generations”

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) - Pusat kebudayaan Jerman Goethe-Institut mengundang seniman grafis perorangan 
atau seniman grafis yang berkolaborasi dengan penulis/pengarang/penyusun skenario sebagai satu kelompok untuk mengajukan proposal pembuatan komik baru mengenai gerakan dan aktivis feminis indigenous dari kawasan Selatan Global (Asia, Afrika, 
Amerika Latin, dan Oseania). Maksimal sepuluh cerita terpilih dalam proyek bertajuk 
“Movements and Moments – Feminist Generations” ini akan dipublikasikan dalam 
sebuah antologi komik pada 2021.

Dalam siaran pers yang dikirim ke Redaksi Salam Papua, Kamis (16/7/2020),
Ryan Rinaldy selaku
Public Relations Manager
Goethe-Institut Jakarta menjelaskan,
pelamar harus berasal dari kawasan Selatan Global atau bertempat tinggal setidaknya 
dua tahun di kawasan itu, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris tingkat dasar. 

Selain itu, pelamar mempunyai setidaknya lima karya komik yang sudah terbit atau 
pun karya atau monograf di bidang sosiologi/politik/feminisme/penelitian/sastra 
dalam bentuk cetak dan online (termasuk media sosial). 

Pengajuan proposal dimulai sejak 15 Juli 2020. Tenggat pengajuan proposal ialah 31 Agustus 2020 pada pukul 23:59 WIB.

“Goethe-Institut mencari proposal yang menyajikan kisah biografi aktivis terkemuka atau narasi suatu gerakan secara keseluruhan. Kami juga menyambut proposal yang dapat dipahami masyarakat luas dengan menggunakan komik sebagai alat untuk 
testimoni, pendidikan, dan aktivisme,” ujar Maya, pimpinan proyek “Movements and 
Moments – Feminist Generations” dan Koordinator Program Budaya Goethe-Institut 
Jakarta.

Proyek “Movements and Moments – Feminist Generations” yang diprakarsai Goethe-
Institut Jakarta ini didasari sedikitnya informasi mengenai gerakan feminisme dan 
aktivisnya di kawasan Selatan Global yang dimuat di basis data pengetahuan besar 
seperti Wikipedia. Di daerah asal masing-masing pun, para aktivis feminis tersebut 
beserta gerakan mereka seringkali tidak diarsipkan dengan memadai karena 
keterbatasan sumber daya atau karena tuntutan mereka tidak menjadi tema 
pembicaraan.

Proyek ini bertujuan mengangkat kisah, aktivisme, dan para pelaku yang kurang 
terekspos ini dengan menyajikan kisah hidup mereka dalam bentuk komik yang mudah 
dipahami. Dengan menekankan perspektif feminis indigenous, yang sering berkaitan 
dengan pergulatan dekolonial dan pendekatan emansipatoris terhadap cara hidup lestari, proyek ini ingin menyoroti salah satu aspek protes feminis yang luput dari 
perhatian.

Selain itu, proyek ini juga bermaksud menggali bagaimana caranya agar perjuangan yang acap kali terabaikan ini dapat menjadi pembanding bagi gerakan feminis di 
seluruh dunia. Dengan menerbitkan kisah-kisah dari berbagai benua ini dan menempatkan semuanya dalam dialog, Goethe-Institut berharap dapat membangkitkan minat untuk mengarsipkan dan memediasi upaya-upaya feminis non-Barat. 

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.goethe.de/movementsmoments. (Redaksi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar