Pemkab Mimika Harus Serius Tanggapi Persoalan Banjir

Bagikan Bagikan
Karel Gwijangge (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapem Perda) DPRD Mimika, Karel Gwijangge minta agar Pemkab Mimika harus serius tanggapi persoalan banjir yang menimpa Kampung Iwaka dan wilayah PT PAL distrik Iwaka.

Menurut Karel, pertolongan pertama atau langkah awal yang telah dan harus dilakukan dalam kondisi ini adalah persediaan kebutuhan masyarakat seperti makanan, tempat tinggal, pakaian, obat-obatan, perlengkapan bayi. Selanjutnya adalah memindahkan masyarakat korban ke suatu tempat tertentu yang layak.

Namun, kondisi ini tentunya tidak habis dengan memberi bantuan saja kepada masyarakat, tapi harus serius menentukan solusi akhir agar banjir ini tidak terjadi secara terus-menerus. Persoalan ini sebenarnya harus dimasukan dalam anggaran khusus tanggap darurat bencana.

“Banjir di Iwaka dan PT PAL saat ini yang paling ngeri. Di Iwaka itu hampir satu kampung itu jadi korban banjir. Untuk di PT PAL itu, kalau tidak salah itu melanda lingkungan dan perumahan warga sekitaran kali pindah-pindah. Intinya sebelum masuk PT PAL dari jembatan kedua dan ketiga itu sudah banjir dan jalannya putus. Ini berarti Pemkab harus melihat kondisi ini secara serius,” ungkap Karel di kantor DPRD, Senin (27/7/2020).

Banjir yang menyebabkan putusnya jalan dan jembatan menjadikan warga di wilayah terkait makin terisolir lantaran tidak ada lagi akses keluar dan masuk.

“Ini namanya bencana, maka penanganannya harus serius. Kalau kita nonton saja, maka masyarakat menilai kita seperi apa? Beberapa waktu lalu warga itu minta supaya dibangunkan rumah panggung di lokasi yang sama,” ujarnya.

Langkah-langkah yang besar atau jangka panjangnya adalah di semua sungai atau kali yang rawan banjir perlu dibuatkan kanal sebelum pemukiman warga bertambah padat.


“Pertumbuhan penduduk di Mimika ini semakin banyak dan pemukiman juga semakin padat, makanya Pemkab harus buat gebrakan yang besar untuk mengantisipasi banjir. Salah satunya dengan membuat kanal, karena 80 persen tanah di Mimika adalah rawah dan dataran rendah,” katanya.

Jangankan di wilayah Iwaka dan PT PAL, dalam wilayah kota saja rentan dan sangat berpotensi terjadinya banjir mengingat berada di dataran rendah, sedangkan di atasnya terdapat sungai-sungai besar. Apalagi, pasir ataupun tailing sisa operasional tambang menjadi lebih tinggi sehingga harus dibuatkan tanggul.

“Kita yang dalam wilayah kota saja sebetulnya juga terancam,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar