Penerimaan Bea Cukai Amamapare Menurun Akibat Pandemi Covid-19

Bagikan Bagikan
Kepala Bea Cukai Amamapare  I Made Aryana. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) – Kepala Bea Cukai Amamapare  I Made Aryana mengatakan penerimaan tahun 2020 ini menurun akibat pandemi Covid-10 yang berdampak pada produksi sejumlah perusahaan, termasuk PT Freeport Indonesia (PTFI).

"Dengan adanya kejadian luar biasa pandemik Covid-19 ini, tentunya berdampak pada produksi tambang PT. Freeport Indonesia, sehingga mempengaruhi penerimaan negara yang dikumpulkan oleh Bea Cukai Amamapare di Tahun 2020 ini," ujar I Made Aryana, Selasa (7/7/2020).

Dijelaskan, Kantor Bea Cukai Amamapare memungut penerimaan negara dari Bea Masuk dan Bea Keluar dari kegiatan yang dilakukan oleh PTFI dan kontraktornya.

Berdasarkan data Penerimaan Bea Masuk sampai Juni 2020, Bea Cukai Amamapare berhasil mengumpulkan 49,99 Milyar (23,04%) dari target APBN.

"Dan hasil ini menurun 47,68% dari penerimaan Bea Masuk di bulan Juni tahun lalu," terangnya.

Sedangkan untuk Bea Keluar sampai Juni 2020 Bea Cukai Amamapare berhasil mengumpulkan 374,89 miliar  (26,44%) dari target APBN dengan jumlah dokumen sebanyak 21.

"Dan menurun sebesar 48,35% dari penerimaan Bea Keluar di bulan Juni tahun 2019," katanya.

Meskipun menurun dari total penerimaan yang dikumpulkan tahun lalu. Bea Cukai Amamapare memprediksi penerimaan yang bisa dikumpulkan sampai dengan akhir tahun 2020 sebesar Rp 810.8 miliar.

"Adanya pandemi covid-19 ini tidak akan menyurutkan langkah kami untuk tetap berkontribusi bagi penerimaan negara," katanya.

Khususnya di bidang kepabeanan dan cukai di Tahun berjalan.

"Semoga pandemi Covid-19 ini segera usai dan perekonomian di Timika dan sekitarnya dapat bangkit Kembali,  Karena salah satu instrument yang paling penting untuk menghidupkan Kota Timika adalah dari perekonomiannya yang berkembang maju," tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar