Perlu Kaderisasi Anak Kamoro dan Amungme Untuk Tenaga Perawat dan Dokter

Bagikan Bagikan

Dr. Leonardus Tumuka (Foto: SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Mengingat sulitnya jangkauan wilayah dan pemahaman masyarakat dengan peduli kesehatan, maka diperlukan kaderisasi khusus tenaga perawat dan dokter anak suku asli untuk ditugaskan ke wilayah Pesisir dan pedalaman.

Ketua Yayasan Caritas Mimika Papua, Dr. Leonardus Tumuka mengatakan, kaderisasi khusus masyarakat OAP asli untuk menjadi perawat dan dokter sangat perlu dilakukan sehingga  ditempatkan di wilayah pesisir dan pegunungan agar bisa melihat atau melayani orang-orangnya sendiri.

“Bukan berarti kita mau bilang bahwa saudara-saudari kita dari daerah lain tidak benar merawat masyarakat kita, tapi secara psikologis ketika warga melihat di satu fasilitas kesehatan ada perawat atau dokter yang merupakan anak Kamoro atau Amungme, maka bisa menurunkan tensi emosional yang memicu sakit,” katanya di hotel cendrawasih 66, Senin (20/7/2020).

Hal ini perlu terus diperjuangkan, karena faktor kedekatan psikologi juga bisa membuat warga taat dan mempercepat proses pemilihan.

“Memang untuk jadi perawat dan dokter itu butuh komitmen yang kuat. Begitu juga untuk bidang lainnya termasuk pendidikan. Tapi itu juga jadi perhatian khusus yang harus dilakukan oleh pemerintah di Papua termasuk di Mimika,” ujarnya.

Situasi pelayanan kesehatan di wilayah pesisir sangat prihatin, karena jangkauannya sangat jauh dari kota, padahal sangat banyak warga yang sakit. Di sisi lain, di wilayah pesisir masih banyak warga yang belum menyadari bagaimana pentingnya upaya perlindungan terhadap kesehatan, sehingga akhirnya mengarah kepada kepercayaan bahwa sakitnya karena disantet dan yang lainnya, kemudian larinya ke dukun. Padahal dikarenakan kelelahan, kontak dengan udara laut secara terus menerus serta kurangnya perawatan khusus kesehatan.

Secara khusus juga banyak ibu hamil dan anak yang tidak tertolong saat melahirkan. Akumulasi-akumulasi ini menjadi persoalan yang terus menerus dialami oleh masyarakat di wilayah pesisir.

“Untuk warga yang ada di wilayah kota, tentunya masih bisa tertolong ketika mengalami sakit, karena bisa saja ke klinik-klinik,Puskesmas, RSMM ataupun ke RSUD,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar