Sakit Hati Pada Komisaris, Seorang Karyawan “Gelapkan” Uang Perusahaan Sebesar 78,5 Juta

Bagikan Bagikan
Pelaku penggelapan dan penipuan saat diamankan di Polres Mimika. (Foto:Istimewa)


SAPA (TIMIKA) - Merasa sakit hati terhadap komisarisnya, seorang pria berinisial MM karyawan di PT. Mitra Karya Timika nekat melakukan penggelapan uang perusahaan senilai Rp. 78,5 Juta.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto, S.H., S.I.K kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).

AKP Hermanto menjelaskan kronologis kejadiannya, di mana pelaku MM pada Senin (20/7/2020) mendatangi Polres Mimika untuk melaporkan kejadian pencurian yang di alami pelaku MM sekitar jam 13.30 WIT di jalan Budi Utomo Timika tepatnya di perempatan Jalan Budi Utomo-Jalan Kartini, setelah pelaku mengambil uang milik perusahaan PT. Mitra Karya di Bank BCA sebesar Rp 78.500.000,-.

Kemudian, pada hari Selasa (21/7/2020), sekitar pukul 14.30 WIT Pers Unit I dan Pers Opsnal yang di pimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto, S.H., S.I.K, melakukan pemeriksaan di tempat kejadian serta memeriksa CCTV di seputaran Jalan Budi Utomo dan mendapatkan beberapa keganjalan terkait laporan pencurian yang merugikan PT. Mitra Karya tersebut.

Setelah tiba di kantor, Kasat Reskrim memerintahkan personil unit I untuk melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap MM.

"Usai diperiksa pada Rabu (22/7/2020), MM akhirnya mengaku bahwa pencurian yang dilaporkan adalah laporan palsu dan tidak ada kejadian pencurian tersebut," ungkap Kasat Reskrim, Selasa (28/7/2020).

Pelaku MM mengaku bahwa uang yang diambil disimpan di salah satu hotel. Tim Reskrim pun langsung mendatangi hotel tersebut dan mengambil uang tersebut sebagai barang bukti.

"Jadi MM melakukan penggelapan dengan modus bahwa MM telah mengalami pencurian dengan kekerasan serta sengaja mengempeskan ban motor dan menitipkan motor di salah satu rumah warga yang berada di jalan Hasanuddin ujung," kata Kasat Reskrim.

AKP Hermanto menjelaskan barang bukti yang diamankan adalah uang sebesar Rp 78.500.000, satu lembar kwitansi pembayaran Hotel, dan satu unit motor Yamaha Xeon warna putih.

Akibat perbuatannya, MM di jerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 Tahun, Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 Tahun, dan Pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 1 tahun 4 bulan.

"Saat ini kasusnya masih dalam pengembangan," tuturnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar