Satukan Dualisme di Lemasa, DPRD Mimika Gelar RDP

Bagikan Bagikan
Ketua DPRD Mimika, Roby K. Omaleng,S.IP,MA (Dok:SAPA)


SAPA (TIMIKA) – Ketua DPRD Mimika, Roby Kamaniel Omaleng, S.IP,MA mengaku tanggal 30 Juli 2020 akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama  Lemasa serta seluruh tokoh adat guna menyatukan kembali dualisme kepemimpinan yang selama ini terjadi.

Menurut Roby, RDP harus digelar mengingat DPRD sebagai jembatan agar dualisme itu bisa disatukan melalui musyawarah adat dalam menentukan siapa pimpinan dan strukturnya.

“Undangan sudah disebarkan ke semua anggota dewan, PTFI dan Muspida. Intinya RDP itu digelar supaya kita satukan pemikiran agar tidak ada lagi dualisme ke depannya,” ungkapnya, Rabu (29/2020).

Dia mengatakan, sejak 2007 lalu hingga saat ini belum pernah dilakukan musyawarah adat untuk menentukan pemimpinnya, sehingga muncul penunjukan-penunjukan yang berdampak pada dualisme dan Lemasa pun tidak mempunyai “roh”.

Diharapkan dengan adanya RDP, bisa dijadikan tolak ukur untuk mencari solusi bersama mengingat Lemasa merupakan wadah generasi adat selanjutnya.  Dalam artian, adanya lembaga ini bukan saja untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tertentu, tetapi juga harus dijadikan sebagai penentu arah serta kebijakan regenerasi suku Amungme ke depannya.

“Saya sangat berharap adanya RDP ini bisa didapatkan solusi menuju Musdat Lemasa. Semua orang tua yang datang harus saling mendukung dan saling menerima aspirasi-aspirasi yang ada,” tuturnya.

Selain RDP untuk persoalan Lemasa, pada tanggal 4 Agustus juga akan ada RDP bersama lima suku kekerabatan yang ada guna mencari solusi terkait apa yang lima suku itu inginkan dari YPMAK.

“Lima suku kekerabatan selama ini menilai bahwa keberadaan YPMAK hanya untuk dua suku saja yaitu Amungme dan Kamoro. Makanya kita harus carikan solusinya secara bersama,” tutupnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar